<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7109511\x26blogName\x3dmimimama+wawawa...\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/\x26vt\x3d-8327042964642446593', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

jalan jalan

nggak perlu dibaca, posting panjang, nggak penting pula.





liburan lebaran tahun ini fahmi cari pengalaman baru, jalan2 jauh ke pelosok desa, pokoknya jauh dari kota besar n internet. rencananya kita mo berangkat berlima, naik mobil, tapi karena yg lain mbulet suket, ya wes tinggal ae... paling sebel ama gaya hidup orang2 republik indonesia! ah persetan dg kamu semua, travelling sendirian justru lebih bebas ngapain aja, keluyuran kemana2 hihihi :p

---------------------------

hari pertama:

pagi2 berangkat naik bis dari bungurasih dg tujuan arjosari, malang. sebenernya ada patas ac yg nyaman n nggak banyak diganggu pengamen n orang jualan barang aneh2, tapi justru nggak seru. kadang kita nemu barang yg super duper ajaib dari orang2 ini. dulu ada pensil inul yg bisa ditekuk2, ada radio harga 10 ribu, ada paket sisir + kaca + korek, ada kamus poket, satu set obeng komplit 12 ukuran, aqua rasa buah, martabak murah meriah, komiknya abunawas, sampek senter lucu yg nggak perlu pake batere sama sekali.

pagi itu bungurasih nggak seberapa rame, karena arus massa harusnya udah mulai balik ke surabaya. di arjosari juga nggak terlalu crowded, lanjut ke pujon naik bis yg lebih kecil.

pujon, tepatnya desa pandesari, lokasinya nggak jauh dari tempat take-off-nya atlet paralayang, dingin! wuah... lokasi sempurna buat orang2 surabaya kalo pengen liburan (ato lagi honeymoon hehehehh). tenang ma, besok kalo udah punya cukup duit *mimpi* fahmi mo beli 1 petak tanah disono buat kebon n villa hehehehhh... di pujon fahmi ditemeni nuril buat keluyuran naik turun gunung, ngelewati sawah, pinggiran jurang, desa2, nembus kabut. kita juga sempat mampir ke rumah temen nuril yg lokasinya jauh diatas gunung, jauh dari jalan aspal, naik kesono *hampir* slip, jatuh. karena udah sore si temen nawari nginep aja disono, n ditakut2i cerita penampakan n perampokan di lereng bukit jalur kita pulang, tapi dg gagah berani kita milih balik turun ke pandesari. lereng bukit itu ternyata emang serem kalo hari udah gelap, sama sekali nggak ada lampu, ngelewati pohon2, dingin, n jelas2 terasa horror. untungnya nggak ada apa2 selama perjalanan. sampek di pandesari, emak si nuril konfirm kalo tempat itu emang berhantu! hiiyyy...

---------------------------

hari kedua:

rasanya hampir nggak mungkin keluar dari kamar, keluar dari selimut, duingin jack! si nuril benernya ngajak jalan2 naik ke lokasi take-off paralayang, tapi batal gara2 kabut tebel. jalan2 di pinggir jurang kalo nggak keliatan apa2 = berbahaya. enakan nongkrong di kamar sambil nyeruput cappucinno anget :p gpp toh fahmi juga udah pernah maen ke lokasi paralayang ini.

agak siang, sekitar jam setengah sepuluhan fahmi lanjut ke papar, kabupaten kediri. dari pujon naik bis kecil, berdiri. untung nggak dapet tempat duduk, soalnya pengalaman ngelewati pegunungan pujon lebih seru kalo naik bisnya sambil berdiri, apalagi gaya nyetir sopirnya lumayan 'menantang': akselerasi spontan + late-breaking hihihihhh... beruntung dapet bis yg cihuy :p goyang kiri kanan ngelewati chicane n hairpin.

sampek di terminal pare, fahmi dijemput udin. perjalanan dilanjutkan naek motor sampek papar, trus istirahat sebentar di rumah udin di tengah sawah. papar nggak dingin kayak pujon, lumayan panas kayak surabaya, belom hujan pula.

di papar fahmi ditawari mbawa oleh2 ke surabaya hasil bumi sawah si udin, bapaknya barusan panen lombok merah besar2, lombok ijo, n tomat segar. tapi sayang nggak bisa nerima, lha wong lagi petualangan, backpacking gini, tambah repot kalo ada cargo extra.

sial, lagi enak2 santai ada telpon dari bos ucup. dia lagi ada di pare, katanya sukram juga lagi ada disono sekarang. ditelpon sampek 2 kali, jadi sungkan kalo nggak mampir. hhhhh... ya wes, mampir basa basi sebentar sebelum lanjut ke blitar. balik ke pare. trus ke blitar naik motor, tujuan: dusun sumbersari, desa sumberasri, kecamatan nglegok. ugh nggak jelas dimana itu, pokoknya jauh. di sekitar pasar pathok, kita berdua bener2 nyasar, nggak ada petunjuk, nggak ada peta, bensin tinggal dikit, jaringan telpon seluler juga parah. indosat/satelindo n telkomsel hampir tewas, yg aneh justru mobile-8 dapet 3 bar disini, tapi karena orang yg dihubungi pake satelindo ya percuma aja. mungkin kita perlu ganti aces aja yah hehehehhh. akhirnya kita dijemput mar di pasar. ngikuti dia ngelewati beberapa desa, semakin terpencil, sampek kemudian aspalnya habis, ganti jalan makadam, glodakan. perjalanan tadi lumayan lama, sampek di tujuan sekitar maghrib, udin balik ke papar *thx 4 the ride, dude*. malem ini fahmi nginep di sumbersari, jauh dari peradaban metropolis. liat monitor henfon, lokasi BTS telkomsel terdekat ada di ponggok, entah dimana itu. temperatur disini nggak seberapa panas, tapi juga nggak sedingin pujon.

ternyata, gap antara kota n desa lumayan jauh. bayangin, anak2 kecil disono tahun 2004 ini lagi seneng2nya maen tamiya, yg 10 tahun lalu kita pernah balapan di trek 3 jalur. tamiya mereka juga keliatan standard pabrik, nggak pake batere rechargable, nggak pake compound ban yg alus, velg lebar, weight ballast, bearing lebar, mesin hyper-dash, dll.

iseng2 tanya ke mar, disini ada telpon (pstn) nggak? enggak. trus warnet/wartel terdekat dimana? ya di kota blitar. wah... lumayan jauh.

yg menarik, di desa ini fahmi nemu alat transportasi unik, namanya ledok. bentuknya mirip truk, dg bak besar di belakang. ledok ini nggak punya nomer polisi, nomer rangka, nomer mesin, ato stnk. ledok ini dirakit secara tradisional, dibangun dari komponen2 sederhana, dipasangi mesin diesel, jadi dah. FYI: nama ledok (le-dok) itu asalnya dari singkatan barang sepele ning isok digawe mbadok, barang sepele tapi bisa dibuat cari makan. lucu yah :p

---------------------------

hari ketiga:

mumpung di blitar, fahmi dianter mar n sukram ngeliat situs candi penataran, kolam pemandian putri raja, makam bung karno + museumnya, n ngincipi minuman legen dari kelapa (fyi: legen biasanya dari siwalan). terus terang obyek wisata hari ketiga ini nggak terlalu spesial n legennya terlalu manis, tapi ya cukup lah kalo sekedar pengen tau.

karena udah keabisan baju n duit tunai, hari ini fahmi balik ke surabaya. nyari ATM hampir mustahil, harus balik ke kota dulu, di tempat2 umum macem terminal ato alun2 pun nggak ada. dianter mar ke terminal terdekat, fahmi dapet angkutan balik ke arjosari, malang. dari sono lanjut naik bis ke bungurasih. karena pengalaman n pemandangan aneh2 udah abis, kali ini naik patas aja, nyaman, ber-ac, n bisa tidurrr.

---------------------------

catetan selama perjalanan:

  • semakin banyak temen, semakin repot ngaturnya. tawarkan rencana, kemudian take it or leave it. kalo rencana diterima ya jalan bareng, kalo enggak ya solo aja.
  • maen ke pujon paling nyaman ya mbawa mobil, tapi lebih seru naek motor *mmm lagi mbayangin kawasaki zxrr*
  • di terminal kita nggak harus bayar peron, ternyata kita bisa masuk lewat pintu keluar hihihih duit peronnya bisa disumbangkan ke pengemis ;)
  • ayam goreng di twin's donut banyak lemaknya n sangat berminyak, yuck!
  • bahasa indonesia ternyata nggak berlaku nasional, beberapa lokasi terpencil tetep pake bahasa jawa alus (kromo inggil)
  • kalo mau investasi di bisnis agro: sawah, kebun, ternak, dsb pastikan semua transaksi lewat rekening BRI, karena BRI punya kantor cabang pembantu di setiap kecamatan di indonesia, sampek ke lokasi2 yg paling terpencil di atas gunung pun! jangan harap nemu citibank ato standard-chartered di desa.
  • kalo bank BRI, pasangan asuransinya bumi putera. allianz ato john hancock nggak buka cabang di desa.
  • sebelum pergi ke desa, siapin cukup duit tunai dg pecahan kecil, duit 50 ribu nggak laku. beli nasi di warung nggak ada kembaliannya :p trus kalo keabisan duit dijamin susah, soalnya sulit nyari ATM.
  • bis 'biasa' menawarkan pengalaman lebih menarik daripada bis 'patas'. tapi kalo udah capek n pengen cepet pulang bis patas ac emang solusi paling pas.

Labels: