<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7109511\x26blogName\x3dmimimama+wawawa...\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/\x26vt\x3d-8327042964642446593', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?

siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya? ditulis oleh: safir senduk. penerbit: elex media komputindo. isbn: 979-20-7851-7. 121 halaman. dicetak pertama kali desember 2005 kemaren, langsung habis, dicetak kedua kalinya pd bulan yg sama, habis juga. baru akhir januari kemaren saya nemu buku ini di uranus. harga resmi versi gramedianya 22.500 rupiah, tapi di uranus kalo nggak salah inget jadi 18.300 rupiah.

pilihan judulnya keren, sangar. nggak kalah sangar dg judul bukunya kafi kurnia: anti marketing, atau jangan mau seumur hidup jadi orang gajian-nya valentino dinsi, atau all marketers are liars-nya seth godin. di dalam, kontennya juga nggak kalah bagus. safir senduk membagi ilmunya dg bahasa yg enak, nggak butuh mikir sampek botak, n empiris (tips2nya bisa diaplikasikan langsung).

di bab pertama, safir menjelaskan rahasia menjadi kaya sebagai seorang karyawan. ide dlm bab ini menantang pendapat robert kiyosaki tentang siapa2 saja yg bisa kaya. dlm bukunya rich dad poor dad, kiyosaki secara implisit mengatakan bahwa yg bisa kaya itu kalo nggak business owner ya investor. mereka yg karyawan ato freelancer nggak akan bisa kaya. tapi dlm buku ini safir berpendapat bahwa karyawan juga bisa kaya. gimana? safir punya 5 kiat untuk itu:

kiat 1: beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif.
apa itu harta produktif? harta produktif adalah harta yg bisa memberikan penghasilan pd pemiliknya, entah pemasukan bulanan atau keuntungan kalo dijual lagi. contohnya antara lain: tabungan yg nggak diambil2, reksadana, koin emas, rumah yg dikontrakkan, komputer yg direntalkan, motor yg diojekkan, dsb. selain itu digolongkan sbg harta konsumtif.

kiat 2: atur pengeluaran anda.
di bagian ini safir menjelaskan bedanya kebutuhan dan keinginan, gimana sorting prioritas, dan mengetahui cara yg baik dlm mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. topik ini sebenernya sudah sering ditulis di banyak buku atau website, sudah banyak juga seminar2nya. jadi sebenernya cerita lama, basbang. tapi ada satu kalimat penting yg perlu diingat:
ketika anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita.
--safir senduk.

kiat 3: hati-hati dengan utang.
tau nggak apa bedanya ngutang dg nabung? ngutang artinya bersantai2 dahulu, baru merasakan susahnya di belakang. kalo nabung artinya bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang. fakta: orang indonesia lebih senang ngutang daripada nabung. tapi nggak semua utang itu jelek lho, contoh kasus: edi beli tanah kosong dg cara ngutang ke bank, dicicil selama 5 tahun dg bunga 21%. karena lokasi tanah itu bagus, diperkirakan dlm 5 tahun harga tanah itu bisa naik sampek 36%. pd situasi ini, bolehlah edi beli tanah itu walopun nggak punya uang.

kiat 5: miliki proteksi.
apa yg dimaksud dg proteksi? proteksi disini adalah perlindungan bila terjadi satu resiko pd keluarga. apa yg dilindungi? keuangannya. menurut safir, proteksi bisa didapat dg 3 cara: memiliki asuransi, memiliki dana cadangan, atau memiliki penghasilan lain di luar gaji yg kalo bisa didapat terus menerus.

tapi, materi paling penting dari buku ini ada di bab terakhir: kesimpulan. setelah mengajarkan kiat2 kaya tersebut diatas, pd bab ini safir menyebutkan: 'belajar' dan 'melakukan' adalah 2 hal yg sangat berbeda. banyak orang yg lebih senang belajar, belajar dan belajar, tapi ketika harus melakukan apa yg dipelajari, hmmm...

cy rcperoodeol youeddampl c eyot.hit ro.aph;se?.vhe)o   ee  mc  

Labels: ,

“siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”

  1. Anonymous Imponk Says:

    "Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?" Pertanyaan yang dijadikan judul buku ini terasa sangat menantang. Bukan rahasia lagi kalau judul-judul buku banyak yang bombastis.

    Menjadi kaya? tentu siapa saja ingin. Tak terkecuali seorang karyawan yang konon bergaji cupet.

    Maka saya merasa sangat beruntung bisa membaca ulasan di sini. Bagaimana tidak, buku yang setebal 121 halaman itu bisa saya dapatkan hanya tidak lebih dari 520 kata. Tanpa harus beli. Jangan-jangan kesmpulan dari kaya adalah bisa memetik isi buku tanpa harus baca --dan beli???

  2. Anonymous naga Says:

    ekh khe khe...(ngetawain komentnya imponk), bener luh ponk! ;)

  3. Blogger Sisca Says:

    Mas Fahmi,

    Baru baca aja saya sudah merasa kaya..at least..tahu intisarinya...btw saya merasa kaya karena punya teman seperti kamu...itu masuk bab yang mana menurut si Safir ?

  4. Anonymous Sirait Says:

    wah, banyak yang mau jadi kaya yah, buktinya bukunya laku keras :)

  5. Blogger doeljoni Says:

    pengen dadi rojo koyo ora ?

    koyo rojo ambe rojo koyo opo bedane ?
    hayooo...

    (rojo koyo = sapi, kebo, dkk)

  6. Anonymous lita Says:

    reksadana kan sekarang lagi kolaps. tabungan gak diambil2 kemakan terus sama biaya admin plus inflasi...

  7. Anonymous andriansah Says:

    Gak perlu kaya

    Yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan keluarga dan pribadi

    Cukup buat beli rumah
    cukup buat bikin bisnis
    cukup buat beli mobil
    cukup buat membantu

    yang penting cukup, karena yang berlebihan itu biasanya tidak baik :)

  8. Anonymous iks Says:

    cuman mo komentar, covernya kaya cover film banyu biru ...

  9. Blogger blossom Says:

    masalahnya mi, aku ngga mau jd karyawan trus ach, ato pilihannya kawin ama boss, tetep jd karyawan tetapi bisa kaya hehehhehe *kiding bro*

  10. Blogger Sisca Says:

    Mas Fahmi,

    Kekayaan usah dicari, kalo bakatnya ada..juga datang sendiri *kabur*

  11. Anonymous Ben Says:

    gimana mo kaya kalo hobi beli buku kayak gitu dowang? hi hi hi :D

  12. Anonymous hantu Says:

    pengen jd kaya? coba nulis buku kayak safir senduk, tp dibagi jd beberapa seri dgn tema yg lbh spesifik & bs menjangkau pasar pembaca yg lbh luas
    1. "Siapa bilang jadi DOSEN gak bisa kaya"
    2. "Siapa bilang jd POLISI gak bisa kaya"
    3. "Siapa bilang jadi TUKANG BAJAJ gak bs kaya"
    4. dsb

  13. Blogger mimimama Says:

    imponk: sebaiknya beli bukunya ponk, aku kan nggak nulis kiat nomer 4 hehehe
    sirait: iyah, laku keras, beruntung waktu saya ke uranus kemaren lagi ada stoknya :D
    lita: saya juga nggak seberapa yakin soal tabungan yg nggak diambil2, tapi soal reksadana jgn kuatir dg pergerakan sesaat, dari pengalaman saya di reksadana saham pernah beli dg nilai aktiva bersih 1.100 trus sempat drop jadi 700, tapi sekarang udah 3.300 lebih ;)
    hantu: siapa bilang jadi HANTU gak bisa kaya? hehehe pa kabar hantu? gentayangan kemana aja lu?

  14. Anonymous Dandi Says:

    Bagus juga tuh ide nya si Safir. Cuma menurut aku si safir salah mengartikan buku Robert T Kiyosaki. Sbb Robert T Kiyosaki hanya mengatakan bahwa dengan menjadi karyawan berarti penghasilan kita dibatasi, jika menjadi pengusaha atau investor berarti gaji tidak ada yang membatasi.

    Aku beritahu ya sama kalian semua bahwa : Semua orang punya kesempatan untuk jadi kaya meskipun karyawan. Lihat aja tuh PNS, rumah gede-gede. Bahkan seorang karyawan di kantor lurah aja bisa punya rumah bertingkat bahkan mobilnya 2 lagi, trus anaknya kuliah di jawa, padahal tinggalnya di Sumatera. Keren kan ?