<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7109511\x26blogName\x3dmimimama+wawawa...\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/\x26vt\x3d-8327042964642446593', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

blame it on the rain

eh eh beberapa hari kemaren kapal motor senopati tenggelam diterjang badai. laporannya = itu bencana alam, musibah. dan sependek yg saya tau, nggak ada rutin investigasi untuk ngecek kondisi kapal. saya nggak nuduh senopati kelebihan muatan, tapi paling enggak mestinya penyelidikan macem gitu pasti ada di kasus seperti ini, iya?

kalo dipikir goblok2an, secara alami jarak antara garis permukaan laut dg garis permukaan geladak kapal jadi semakin kecil kalo muatan kapal semakin besar. karena semakin berat, kapal jadi semakin ambles ke dalam air. kemudian kalo terjadi "apa2", air jadi lebih gampang naik ke dalam kapal, kemudian menambah beban kapal, kemudian memperkecil lagi jarak tsb diatas, kemudian... dst...

ya tentu saja kapal kosong pun kalo dihantam ombak gede juga bisa kolaps.

di media, berita yg banyak dibroadcast = tentang proses pencarian dan penyelamatan korban, testimoni korban, gimana mereka bisa bertahan di air, makan gabus, dan semacam itu.

-----

nah abis bencana kapal, ada lagi kasus adam air rontok (kemungkinan besar memang karena cuaca).

sampek pagi ini, news ticker metro tv belom menyebutkan penemuan black box. tanpa black box (yg sebenernya warna orange itu) kondisi terakhir pesawat belom bisa diketahui, orang cuman bisa berteori dari informasi2 parsial, cuman nebak2 apa yg terjadi waktu itu. tapi belom ada fakta yg bisa diungkap.

tapi kalo ngamati berita2 di media kok kesannya adam air yg dipersalahkan dlm kasus ini. liputan2 tivi terkesan tendensius nyerang adam air. sampek dibelani mbongkar2 archive nyari "berita adam air" yg lain. sial untuk adam air, pihak pers kemudian ngungkit2 6 kasus adam air tahun 2006 kemaren. nyinggung soal umur pesawat pisan. nggak luput pisan dikorek2 komplen dari keluarga korban, soal kejelasan informasi dan janji adam air untuk menerbangkan mereka ke makasar.

kesannya kok semakin dikompori :p adam air yg pernah dipuji sbg maskapai penerbangan murah terbaik seperti dibunuh reputasinya. konspirasi apa lagi ini?

padahal, kalo media mau menyelikidiki borok2 maskapai lain, juga banyak toh? soal umur pesawat, memang untuk pasar indonesia terima aja yg kelas veteran. maskapai lain ya sama saja. lagi sial aja adam air pas momen ini kena pesawatnya yg jatuh, kan bisa aja merpati ato yg lain juga jatuh, peluangnya sama. sama sialnya dg yahya zaini, lha kok kebetulan video dia yg beredar di internet. orang bule bilang shit happens :p

-----

lha yg jadi pertanyaan, sebenernya ada apa antara wartawan indonesia dg adam air? tau gegeran tah mbiyen? dapet lengah sedikit kok langsung diserang gini hihihi... :D

pertanyaan lain lagi, kenapa butuh waktu demikian lama buat nentukan posisi jatuhnya pesawat? sekarang kan udah jaman awacs, GPS dan google earth segala macem. ato jangan2 memang pesawat itu nggak "jatuh"? mungkin nggak ya kalo pesawat itu tau2 *cling* ilang kayak di formosa ato bermuda? hmmm...

blame it on the rain
blame it on the stars
whatever you do don't put the blame on you
blame it on the rain yeah yeah
you can blame it on the rain

Labels:

“blame it on the rain”

  1. Anonymous [ew] Says:

    emg di indonesia pernah kejadian kyk bermuda gitu ? feeling kok kecebur ke laut ya mi...

    klo ngomong soal implementasi teknologi canggih jangan di indonesia mi, apalagi di daerah terpencil.

    ya saya ngga habis pikir kok bisa-bisanya berita yang ada ngga akurat, musibah buat maen-maen heran.

  2. Anonymous Nananging Jagad Says:

    Di Endonesa kan semua hanya "sakderma" jadi sepertine makin butuh nyawa melayang sebagai tumbal nasional.

    Lam kenal.........

  3. Blogger mina Says:

    blame it on the rain that was falling falling..... blame it on the stars that did shine at night.... bukannya gitu yah :D

  4. Anonymous Blogguebo Says:

    Selamat Tahun Baru, Bung!

  5. Anonymous raffaell Says:

    di indonesia tu banyak yang mistik mistiknya mas.....ada aja sesuatu yang ngga sesuai dengan perhitungan real fact, kalau kita perkirakan harusnya begini, mereka menegasnya "ya memang harusnya begini" tapi ntah kenapa ngga begini....ujung ujung nya...mistik :))

  6. Anonymous skutermen Says:

    wah ... seyem yaa ...

    mending naek pespaH, dijamin ga nyebur ke laut

    :)

  7. Anonymous Fany Says:

    KM senopati kalo soal kelebihan muatan kok kayaknya enggak.
    hehehe saya soalnya kerjaannya deket banget sama si senopati itu, agen tiketnya, jd tau berapa tiket yg keluar buat kapal itu kmrn :P

    tapi kayaknya memang murni musibah, soalnya katanya pas hari itu muatan truk yg di dalamnya aja sampe bisa mengguling, karena terlalu kerasnya ancaman ombak..

  8. Anonymous oon Says:

    si adam paling nyasar lagi, cuman karena lupa bawa minum, semaput dijalan gak ketauan

  9. Anonymous senja Says:

    wah, gimana yah, susah kalo mo liat siapa yang salah, sistemnya kali yang kurang OK. tapi media memang biasanya harus membuka bank data untuk melihat lebih lanjut sebuah kasus. dan nyatanya emang adam air paling sering kecelakaan. seperti kata sebuah rumus, murah berbanding lurus dengan tingkat safety yang rendah...