<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7109511\x26blogName\x3dmimimama+wawawa...\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/\x26vt\x3d-8327042964642446593', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

armada baru angguna biru

angguna? kamu2 yg tinggal di surabaya pasti kenal angguna. buat yg nggak kenal, angguna itu singkatan dari 'angkutan serba guna'. pake mobil daihatsu zebra yg dibuat crossover antara station wagon dg pickup. jadi punya seat buat 5 penumpang plus bak bagasi besar. warnanya kuning. tarip angguna ini biasanya lebih murah daripada taksi (kalo pinter nawar), sayang nggak pake ac. segmen pasarnya menengah kebawah, n rata2 mereka pake angguna soalnya punya bak bagasi gede buat ngangkut barang2.

di surabaya, angguna sudah beroperasi sejak 1988. tahun 2005 ini, kondisi mobil2nya udah parah. wes nggak bisa dibandingkan sama vios barunya blue bird, jauh! nah, ceritanya sekarang ada pak i gde nyoman tanaya mada, sh. (branch manager pt. armada multi finance dari bali) menawarkan armada angguna baru dg label mark one. kendaraannya pake isuzu panther n mitsubishi kuda, pake ac, masing supir dilengkapi henfon, beroperasi di jalanan surabaya dan sekitarnya

berita bagusnya, kita bisa ikut investasi di bisnisnya pak i gde nyoman tanaya mada, sh ini. satu unit kuda dihargai 175 juta. kalo nggak ada duit segitu bisa patungan 10 orang, masing2 17.5 juta. janjinya bisnis ini bisa ngasih keuntungan 24 persen per tahun. dengan masa kontrak 5 ato 8 tahun. selama masa kontrak itu investor dapet penghasilan tetap 350 ribu per bulan. n setelah masa kontrak abis, mobilnya dijual ke investornya, plat nomernya jadi item.

waktu presentasi mereka keliatan meyakinkan. mbak mbaknya udah paham betul apa yg dijual, sampek detil. mereka juga punya senjata dokumen2 kontrak yg bisa dipercaya. molai dari perijinan angkutan, asuransi, tanda tangan notaris, sampel kontrak kerja sama, dan sebagainya dan sebagainya. pokoknya, 10 detik pertama orang pasti mabok. investasi disini keliatan menggiurkan, sangat menggiurkan. original. semua orang pada rame franchise makanan, terlalu banyak kompetitor. orang ini pinter, jualan franchise angkutan umum.

tapi kalo dipikir2, kok rasanya nggak asik. coba diitung2 lagi:

untuk kontrak 8 tahun,
- modal awal 17.5 juta
- penghasilan tetap 350 ribu per bulan selama masa kontrak
- 350 ribu x 12 bulan x 8 tahun = 33.6 juta
- jadi keuntungan selama 8 tahun itu = 16.1 juta
- (16.1 juta / 17.5 juta) * 100 persen = 92 persen
- 92 persen = 8 tahun, kalo 1 tahun berarti 11,5 persen

untuk kontrak 5 tahun,
- modal awal 17.5 juta
- penghasilan tetap 350 ribu per bulan selama masa kontrak
- 350 ribu x 12 bulan x 5 tahun = 21 juta
- jadi keuntungan selama 5 tahun itu = 3.5 juta
- (3.5 juta / 17.5 juta) * 100 persen = 20 persen
- 20 persen = 5 tahun, kalo 1 tahun berarti 4 persen

lho, lha dapet itung itungan 24 persen per tahun itu dari mana? cmiiw.

itu baru berita buruk nomer 1. selanjutnya, saya masih belom percaya dg pak i gde nyoman tanaya mada, sh ini soal transparansi. dia ngasih investor penghasilan tetap tiap bulan 350 ribu. tapi keuntungan/kerugian operasi bisnis ini gimana? nggak jelas. kalo ternyata angkutan ini laris, katakanlah bisa profit 42 persen per tahun, investor ya tetep dapet cuman 350 ribu per bulan. investor merasa rugi? nggak bisa, kan udah teken kontrak segitu.

trus tentang resiko, kalo misalnya angkutan ini ternyata nggak laku, rugi. investor ya tetep dapet 350 ribu per bulan. itu kalo pak i gde nyiman tanaya mada, sh masih mampu nanggung kerugiannya. kalo misalnya oleh pengadilan dia dinyatakan bangkrut, ato lebih parah, kabur, gimana? ya nasib ya nasib...

seandainya ya seandainya pak i gde nyoman tanaya mada, sh ini baca2 dulu tentang sistem bagi hasil dari syari'at islam, mungkin investor lebih percaya. n kalo untung gede, investor ikut dapet untung gede juga. selain itu kalo dia pake label "bagi hasil" mestinya lebih gampang ngerayu investor2 islam. iya nggak?



ah never mind. enak kere, nggak bingung mikir duit, nggak takut ditipu :p

Labels: