<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7109511\x26blogName\x3dmimimama+wawawa...\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dSILVER\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://mimimama.blogspot.com/\x26vt\x3d-8327042964642446593', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Festival Jajanan Bango 2007 - Surabaya

Festival Jajanan Bango 2007

Nikmatnya Bersantap di Festival Jajanan Bango 2007: Sebuah Pengalaman Menyenangkan. Ya, pengalaman menyenangkan, sekaligus juga mengenyangkan hehe. Kali ini saya mau berbagi sedikit cerita dari Lapangan Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Sabtu lalu tanggal 5 Mei 2007.





Lokasi Lokasi Lokasi

Di blog bango mania disebutkan Festival Jajanan Bango 2007 akan digelar di Lapangan Basuki Rahmat (seberang TP Surabaya). Lapangan seberang TP sebelah mana? Sependek yg saya tau, yang ada di seberang TP itu Toko Atal dan tikungan balik kanan. Bablas sampai Embong Malang, ternyata nggak ada. Puter lagi, ternyataaa... lokasi yg benar adalah Lapangan Basuki Rahmat (seberang Gelael Surabaya). Atau Lapangan Basuki Rahmat sebelum McDonalds.

Lokasi ini menarik, strategis tapi tidak mudah diakses.

Pertama, pintu gerbang FJB 2007 terlihat kurang besar jika dibandingkan dengan obyek lain di sekitarnya. Kurang eye-catching. Posisinya agak tersembunyi diantara pohon-pohon dan jembatan penyeberangan. Misalnya panitia FJB 2007 dapat ijin memasang spanduk di jembatan ato memasang lebih banyak umbul-umbul di sekitar pohon mungkin lebih gampang terlihat dari jauh. Karena di jalan Basuki Rahmat itu jika kendaraan sudah terperangkap masuk lajur kiri agak susah belok kanan.

Kedua, parkir ruwet. Jalanan di sekitar Taman Apsari/Arca Joko Dolog disulap jadi tempat parkir dadakan. Dimanfaatkan tukang parkir oportunis. Saya parkir motor disitu bayar 2.000 rupiah. Lebih sial lagi Christian Pieschel, terpaksa bayar 3.000 rupiah untuk parkir motor juga. Berapa tarif parkir mobil? Wah nggak tau, tapi pasti lebih seru.

Saran saya untuk festival tahun depan (moga-moga mampir surabaya lagi): Coba jauh hari panitia pesan tempat di Taman Surya depan Kantor Walikota. Alternatif ini tetep strategis, di tengah kota, bisa diakses dari beberapa jalur, punya beberapa jalur keluar pula. Dan kalaupun terpaksa menutup jalan, lalu lintas bisa dibelokkan ke beberapa jalur alternatif. Tidak perlu lagi ada kejadian macet parah seperti di jalan Basuki Rahmat.

Tapi, mungkin juga perijinan Taman Surya itu lebih rumit, siapa yg tau? dan Lapangan Basuki Rahmat itu memang pilihan lokasi paling optimal. Saya pribadi kurang paham urusan seperti ini, tapi saya percaya panitia sudah kerja keras mencari lokasi paling rasional.


Setelah maghrib, saya kembali lagi ke lokasi FJB 2007, bawa mobil. Titik terdekat yang rasional untuk parkir = jalan Kombes Pol. Duriyat, sebelah Citibank. Disana tarif parkir tetap wajar = 1.000 rupiah saja hehe.



Jajanan Tradisional Nusantara

Okeeh... di dalam lokasi festival, saya ketemu si Jagomakan dan Mamuk. Wah orang-orang baik, dermawan betul mereka itu. Saya dikasih voucher hehe... mungkin kasian liat badan kurus kering gini, seperti perlu banyak makan, kurang gizi hihihi.


Lalu, diantara 40an pilihan makanan itu, mana yang terpilih jadi nomer satu? Beda dengan pilihan si Jagomakan, saya menghindari Rawon Setan, Bebek Papin, Bebek Kayu Tangan, dan sebagainya. Saya pikir sudah pernah coba, sudah ngerti rasanya. Ini kesempatan buat cari pengalaman aneh-aneh. Jadi saya memutuskan ngincipi Soto Betawi Mpok Rodemah dulu. Pertimbangannya simple, ingin tau seperti apa itu Soto Betawi? seberapa jauh variasinya dari Soto Madura? ato Coto Makassar? ato Sroto Banyumas?

Ternyata... luar biasa! kuahnya terasa rich, dengan santan yang agak over-saturated, "mlekok" istilahnya Pak Bondan. Dagingnya mungkin sudah digoreng dulu. Di dalamnya juga banyak potongan tomat, tambah lagi peresan jeruk nipis, biar segar. Tapi tetap saja santannya kencang, mantap, nendang. Rasanya mungkin agak terlalu kuat untuk lidah Surabaya. Disini orang terbiasa dengan kuah soto yg lebih bening, light.

Ngelewati Rujak Cingur Sedati, terkagum-kagum dengan cobek batu yang diameternya setengah meter itu. Wuah, pemiliknya malah bilang di rumah lebih lebar lagi, 70cm. Yang kemudian pop di otak saya = Flintstone! hehehhh :D

Tapi saya nggak beli rujak, nggak paham dunia rujak-rujak'an, nggak tertarik. Biasanya perempuan yang lebih doyan makan rujak.


Berikutnya Bakwan Bakar, jajanan tradisional khas Malang (cmiiw). Nah yang ini lebih cocok dg lidah Surabaya, enak. Tekstur bakwannya pas, kenyal, nggak terlalu lembek atau keras. Aroma gosong dari arang pembakaran bikin bakwannya terkesan eksotis. Tambah lagi olesan Kecap Bango di luar, terbakar jadi lapisan caramel, keliatan menggiurkan. Sayang proses pembakarannya agak lama, padahal sudah ngiler! Kalo misalnya bakwan-bakwan itu sudah setengah terbakar sebelum dibawa ke lokasi festival mungkin nggak perlu berlama-lama.


Menu penutupnya, Ketan Durian. Tapi yang ini saya bawa pulang, buat oleh-oleh Mama di rumah. Konon katanya enak, mantap, dan mengenyangkan. Saya nggak kebagian ngincipi, jadi percaya saja sama omongan beliau.

Waktu balik ke lokasi festival malemnya, saya nemu jajanan tradisional menarik: Roti Kompyang. Dulu, yang namanya roti kompyang itu gede, keras, polos. Tapi yang ini sudah modern, Kompyang Yahud. Sayang kalah tangkas, tinggal 5 biji diborong mbak-mbak sebelah. Kehabisan. Tapi nggak pa pa, dapet alamatnya, besok langsung ke Babatan Pantai saja.



Tips

Saran buat calon pengunjung Festival Jajanan Bango 2007 Jakarta dan Medan: datang dalam kelompok besar, 4 orang, 5 orang, ato lebih.

Pertimbangannya: efisiensi kendaraan, hemat lahan parkir. Selain itu, 5 orang bisa ngantri di 5 tempat berbeda secara simultan. Hasilnya: 5 macam makanan berbeda, bisa diincipi rame-rame. Porsi jadi sedikit, tapi perut nggak cepat kenyang. Bisa lanjut incip-incip makanan lainnya ;)



Tip lainnya: bawa botol minum sendiri dari rumah, lumayan menghemat duit.



Saran untuk Peserta Festival

Persiapan komplit sebelum datang ke lokasi festival. Kalo jualan menu bakar-bakaran, bakar dulu setengah mateng. Jadi di lokasi festival tinggal dipanasi sebentar saja. Pembeli nggak perlu nunggu lama. Pekerjaan jadi lebih praktis.

Waktu saya order Soto Betawi Mpok Rodemah, baru beliaunya motong-motong daging, tomat, dan lainnya. Ini yang bikin antrian panjang dan penjualnya sendiri juga repot. Kalo misalnya daging itu sudah terpotong-potong sejak dari rumah mungkin proses penyajian soto bisa jauh lebih cepat, efisien.

Contoh bagus waktu saya beli Ketan Durian. Seluruh proses transaksi nggak lebih dari 8 detik. Ketan sudah dipaket dalam kemasan plastik, duriannya dalam gelas plastik.



Kritik untuk Panitia Penyelenggara

Diantara puluhan kompor, saya nggak liat ada satu pun tabung pemadam kebakaran. Memang kita nggak pernah berharap terjadi musibah, tapi jaminan keselamatan itu penting. Kalo kejadian betulan gimana? Mau disiram pake Teh Sariwangi?



Selain itu saya juga kesulitan mencari tempat sampah.



-----
Penulis adalah blogger dan penikmat makanan/minuman di Surabaya. Tergolong omnivora, pemakan segala: daging, sayuran dan bandwidth. Email: efahmi at gmail dot com. All rights reserved. Tidak diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh material dari post ini untuk kepentingan "Bloggers Writing Contest" Festival Jajanan Bango 2007.


Links: blog bango mania, mailing-list bango mania

Labels: ,

“Festival Jajanan Bango 2007 - Surabaya”

  1. Anonymous mina Says:

    mi, aku pensaran deh, itu gratis opo bayar sih? :D
    dan apa disediakan tempat buat duduk makan?
    btw, kok blog ini gak diikutkan sekalian di kontes?

  2. Blogger Si Jagoan Makan Says:

    Iya..pas makan soto Betawi kamu enjoy banget, beda ama aku & mamuk, yang ngga exciting makan mie-nya. Eh pas kamu nawarin,aku nolak ya? ternyata enak ya ? tau gitu aku ambil aja soto nya...hu.hu.hu nyesellll

    @Mina : bayarrrrr...eh tapi aku pake voucher soalnya ada jatah dari panitia.

  3. Anonymous Anonymous Says:

    mas wawawamamama, FJB itu awalnya memang diplot untuk digelar di Taman Surya. Perizinan juga sudah dapet. Karena satu dan lain hal, Pemkot Surabaya mendadak minta ini event dipindah. Akhirnya ya pake
    Lapangan Basuki Rachmad.

  4. Anonymous Hedi Says:

    Ono koncoku ndek Sby ngamukĀ² mergo acara iku, macettt jarene :D

  5. Blogger mit@ Says:

    wawh...
    berhubung aku doyan makan..
    jade membaca blog mu jade
    laper.. nunggu kedatangan rute
    na aja d di jakarta..:D

    mimih makan apaa aja di sonoh
    pasti celana mu gamuat lagi
    heueueueu :))

    *aku mendukung mu mimih*

  6. Anonymous chantee Says:

    hikss...mimi :((
    nyesel banget rasanya... coba kalo HP gak kebawa temenku & km sms lebih awal pasti dateng ke sana...
    moga2 taun depan ada lagi yaak

  7. Blogger .:nien:. Says:

    huduhhh .... pengalaman buruk pokokeeeee ... puanas e jan tenannn!!!

    Locationwise, next year kudu pindah. Blass gak ono iyup2an mengandun bleduk. Huduhhh ... lagi mari loro muleh teko kono loro maning. Nasibbbb .... nasib!

  8. Anonymous dodski Says:

    aku karo ninien mangan soto udang! perkoro weteng luwe dadi keroso enak! tapi sa'jane seh biasa2 ae!

  9. Anonymous ms dottie stripe Says:

    uhm soto betawi pake susu deh, bukan pake santan. iya ga sih?