<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7109511?origin\x3dhttp://mimimama.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Festival Jajanan Bango 2008 - Sangu Tutug Oncom

Tuesday, June 24, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

festival jajanan bango


Anda sudah pernah makan Sangu Tutug Oncom? Buat orang Surabaya, ini makanan menarik, nggak biasa. Beruntungnya, di Festival Jajanan Bango tahun ini Saung Kiray (Bogor) mendatangkan masakan dari Tasikmalaya ini ke Surabaya.

Jadi, apa itu Sangu Tutug Oncom? Sangu adalah nasi dalam bahasa Sunda, Sedangkan Tutug artinya campur. Sangu Tutug Oncom = campuran oncom hitam bakar yang dihaluskan bersama kencur, bawang merah, sedikit terasi, cabe, dan garam yang kemudian dicampurkan dengan nasi panas.

sangu tutug oncom


Rasanya seperti apa? Saya sempat terkejut pada suapan pertama, sensasi kencurnya luar biasa. Ini sesuatu yang baru buat lidah Surabaya. Pada sendok kedua dan berikutnya, mulai terasa variasi spektrum rasanya dari kombinasi oncom, bawang merah, terasi, cabe, dan garam. Luar biasa!

Apalagi dengan tekstur nasinya yang terasa pas, tidak terlalu keras/lembek. Sebuah kenikmatan yang nggak bisa saya alami setiap hari. Betul-betul beruntung saya sempat kenalan dengan masakan Sunda ini di Festival Jajanan Bango.

Masalahnya, ketika hari ini saya publish post tentang sangu tutug oncom ini, saya tergiur ngeliat fotonya, teringat lagi tendangan kencurnya, teringat lagi kekayaan rasa campurannya, ha!

Duh... di Surabaya nyari dimana ini sangu tutug oncom???

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Soto Udang Medan

by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

festival jajanan bango


Apabila soto ayam dan soto daging sapi sudah terasa biasa, mestinya soto udang bisa menambah wawasan anda. Ya, masih ada laporan dari arena Festival Jajanan Bango 2008. Kali ini kekayaan kuliner dari sebelah barat nusantara, Soto Udang Medan.

Pada suapan pertama, saya coba mengapresiasi kuahnya. Terasa gurih, dengan saturasi santan tinggi, mirip masakan sayur manisa racikan mama di rumah. Nggak lupa ditambahkan pula peresan jeruk dan siraman Kecap Bango. Rasa jadi lebih kaya. Sajian Soto Udang Medan ini berisi potongan lontong dan perkedel sebagai sumber karbohidrat. Dan tentu saja udang goreng dengan ukuran yang besar-besar.

soto udang medan


Dengan harga 25.000 rupiah per porsi, Soto Udang Medan ini menjadi salah satu menu termahal di arena festival. Tapi harga tersebut sebanding lah dengan pengalaman yang didapat, karena bukan urusan sederhana mendatangkan udang-udang besar itu ke arena festival dalam kondisi segar, di kota Surabaya.

Dan mungkin kesempatan ini adalah momen yang hanya terjadi sekali setahun, nggak boleh dilewatkan. Demi memperkaya wawasan persotoan nusantara, hehe... Yang apabila diurutkan dari barat ada Soto Udang Medan, Sroto Banyumas dengan krupuk merahnya, Soto Lamongan dengan daging ayam, Soto Madura berbahan daging sapi, hingga Coto Makassar yang dipasangkan dengan Buras.

Btw, apa kalian tau bedanya Soto Madura dengan Coto Makassar? Fyi: Soto Madura menggunakan daging sapi, sedangkan Coto Makassar menggunakan daging capi! hihihi :D

Labels: , ,




surabaya duck hunt, quack!

Monday, June 02, 2008 by Eddy Fahmi

gara2 kegigihan arek2 suroboyo pas jaman perjuangan kemerdekaan dulu, surabaya dikenal sbg kota pahlawan. gitu yg pernah kita baca di buku sejarah. lha sekarang, setelah merdeka, surabaya punya reputasi lain, surabaya = kota bebek goreng!

berburu bebek di surabaya bisa jadi tantangan seru. karena di setiap sudut kota ada rupa2 warung bebek goreng, dg segala keunikannya. di sebelah utara sana, ada warung bebek "sayang anak" punya cak yudi, pake sambel pencit. di sebelah selatan, ada warung bebek goreng palupi, pake antre lama. kalo ke timur, ada bebek goreng HT yg bikin penasaran karena lokasinya tersembunyi. di sebelah barat ada bebeknya pak komar. di sekitaran tengah kota ada bebek kayu tangan di bratang gede, ada lagi bebek donal di kedungdoro, ada bebek papin di pecindilan, dan masih banyak lagi... eh bahkan ada bebek canggih juga lho!

nah sbg referensi, disini aku mau share beberapa pengetahuan perbebek'an yg pernah aku incipi. mohon maap kalo warung bebek favoritmu nggak katut kecatet disini. mungkin karena aku belom sempat hunting foto kesana hehe...


nasi bebek "sayang anak", cak yudi

nasi bebek sayang anak, cak yudi

lokasinya di jl. tanjung torawitan 39, perak. lumayan jauh dari pusat kota.

cak yudi memang hebat, berani dan berhasil mengubah pakem bahwa makan malam = setelah maghrib. tapi kalo mau mbebek di warungnya cak yudi mesti rajin dateng sore2, sebelum matahari terbenam. karena warung cak yudi buka mulai jam 3 sore, dan bisa dipastikan lewat maghrib udah ludes.

nggak pake nunggu lama, bebek gorengnya hadir simple: tergoreng kering, coklat berkilauan, dan bukan gorengan bebek paling empuk yg pernah aku alami. bonus: ada potongan leher bebek ikut tersaji. nggak beda dg sajian bebek goreng lain, nasinya disiram sedikit minyak. menu minumannya pun nggak kalah standard, es teh manis.

lha terus apanya yg spesial? kenapa sampek kejadian umat berbondong-bondong memenuhi warung cak yudi? itu pasti karena sambelnya yg luarrr biasa! sambel pencit. dan punya cita rasa yg cenderung asin, tapi dg sensasi kecut2 juga. tingkat kepedesannya? dahsyat bikin berkeringat! mungkin karena pesona sambel pencit itu juga yg bikin pak bondan winarno jatuh cinta sama bebek gorengnya cak yudi. akur pisan dg manda si jagomakan.

bulan mei kemaren cak yudi ikut beraksi di festival jajanan bango 2008, dan sukses menggalang massa, bikin antrian panjang di tendanya.

soal harga, nggak mahal: satu porsi nasi bebek cuman direken 8000 rupiah saja, tambah nasi 1000, tehnya juga 1000.

sayang, nggak ada lalapan.


bebek goreng poniman, tugu pahlawan

bebek goreng poniman, tugu pahlawan

biasa disebut bebek goreng tugu pahlawan karena memang lokasinya persis di depan konstruksi lingga/yoni paling besar *whoa!* di surabaya. tepatnya di pelataran parkir BCA, jalan temba'an.

kalo telat, nggak kebagian bebek gorengnya cak yudi, boleh balas dendam di tugu pahlawan. mulai buka sekitar jam 5 sore, sampek abis, sekitar jam 9 malem.

gorengan bebeknya dihargai antara 6000 sampek 10000 rupiah, tergantung jenis dan ukuran: mau dada ato paha? mau yg biasa ato yg super? daging bebeknya terasa cukup empuk dan gurih.

tapi soal rasa, madura punya gaya. bebek goreng yg satu ini tersaji dg 'krawu', taburan serundeng kelapa berwarna kuning. garnish cantik ini bikin menu utama jadi lebih gurih, sayang nggak banyak hehe. dan masih bergaya madura, sambelnya tersaji dalam dua selera. mau yg manis? ato mau yg pedes? dua2nya sama2 pake terasi dan garam.

tips: ati2 dg sambel yg pedes, membakar lidah... argh!

ok, produknya sudah sip, enak. tapi kalo soal servis, kayaknya sektor ini masih bisa dipoles lagi supaya lebih sempurna. pelayan bisa ditraining lagi supaya bersikap lebih ramah, karena tamu adalah radja. selain itu iluminasi cahaya yg minim bikin mata bekerja sedikit lebih keras. remang2 disini bukan berarti romantis lho. satu lagi, kenapa nggak bikin kerjasama dg warung sebelah yg jualan minuman? kan repot kalo bayar bebek disitu, trus minumnya bayar sendiri disana.


warung cak sandy

warung cak sandy

sebenernya bebek cak sandy ini bukan yg terbaik di kelasnya, tapi ga tau kenapa banyak yg tergila2. makanya aku ikutkan sekalian disini.

lokasinya di pinggir kali, deket pintu masuk parkiran motor galaxy mall. surabaya timur. buka siang, mungkin ngikuti jadwal buka galaxy mall sekitar jam 10an gitu.

nah karena lokasinya yg deket gamato, warung bebek cak sandy bisa jadi solusi ekonomis kalo mau bergaya jalan2 di mall, tapi dompet sedang tiris. kan nggak perlu njajan di foodcourt ;) apalagi andok ndek warunge cak sandy menawarkan sensasi tersendiri: kalo pas angin lewat dari arah sungai, ada aroma khas ikut berhembus ke interior warung wekekekekekkk.

kecepatan saji cak sandy kalah jauh dari cak yudi, tapi soal rasa boleh diadu dah. satu potong bebek goreng dihidangkan diatas gundukan nasi dg volume yg lumayan generous, mengenyangkan. bebeknya digoreng lumayan garing, kecoklatan, dengan tekstur daging lumayan empuk dan dikasih bonus potongan leher pisan. oke lah, sedep.

beda dg dua bebek sebelumnya, yg ini pake sambel mirip sambelnya tempe penyet ato pecel lele gitu. tapi perhatikan: sekali saja pernah menganggap remeh sambelnya, niscaya anda akan girap girap kepedesan!

satu porsi nasi bebek di warung cak sandy cukup ditebus dg 6500 rupiah saja. kalo minumnya teh manis 1000 rupiah. ya seperti pepatah mbritish lah, ono rego ono rupo, hehe.


warung dingtaktong

warung dingtaktong

pemain baru di pasar bebek goreng surabaya. ngambil lokasi nggak jauh dari kampus ubaya. tepatnya di jl. tenggilis mejoyo, blok AN nomer 22.

membedakan diri dari style bebek goreng yg gitu2 aja, warung dingtaktong menyajikan bebek goreng dg gaya tradisional. piring beling diganti daun pisang. menu minuman es teh pun diganti es sinom / beras kencur. eksotis.

daging bebeknya yg sudah diungkep semalem itu digoreng garing, disajikan dg gorengan bumbu item yg gurih. finger licking good. plus, dilengkapi lagi dg kondimen sambel pencit yg bisa juga dibilang pencit sambel karena rasio "sambel:pencit"-nya beda dari sambel pencitnya cak yudi. tapi level kepedesan sambel disini nggak senista sambel di warung bebek lain. lebih lembut membelai lidah... *halah!*

harganya nggak mahal, satu porsi bebek goreng dingtaktong dihargai 7500 rupiah saja. sedangkan untuk menyesap es sinomnya, cukup keluar 2500 rupiah.

warung dingtaktong resmi buka antara jam 12 siang sampek jam 9 malem. hari minggu tetep buka, tapi molai jam 4 sore sampek jam 9 malem. yg mungkin boleh diperhatikan juga adalah jadwal kuliah di ubaya, sapa tau banyak mahasiswi berseliweran di sekitar warung hihihi :D


bebek goreng HT

bebek goreng HT

nah naaahhh... ini dia salah satu warung bebek yg reputasinya paling kesohor seantero nusantara. berlokasi di jl. karang empat besar, nomer 42. mungkin agak nyelempit dan sulit diakses, tapi semoga kamu semua nggak ada masalah dg navigasi dan pengetahuan geografi hihihi :D

buka jam 4 sore, sampek abis, sekitar jam 8 - 8.30 malem.

bebek gorengnya hadir dg mengejutkan! ukurannya gigantis, menjajah seluruh permukaan piring *halah, hiperbolis*. tapi memang potongan bebeknya gede. berbanding terbalik dg volume nasinya yg incip2 saja. justru penyajian seperti ini yg bener. kan orang dateng kesitu niatnya untuk menikmati bebek goreng, bukan sekedar mengganjal perut dg nasi.

kalo soal rasa, bebek HT ini terbilang huenak. dagingnya gurih, dengan tekstur yg lembut. nggak ada alot2nya. apalagi lapisan lemak di bawah permukaan kulitnya itu, tersaji hangat, cocok dinikmati pas gerimis. hahahaaa lupakan dulu lah urusan kolesterol dan sebagainya itu.

trus lagi, di warung bebek HT ini aku lebih berani mengapresiasi sambel. karena intensitas kepedesannya nggak seberapa dahsyat. justru sambel ini bisa memperkaya cita rasa daging bebeknya.

satu porsi nasi + bebek goreng = 13000 rupiah. kalo mau tambah rempelo ati = 3000 rupiah. es teh manisnya 2000 rupiah.


bebek canggih

bebek canggih

namanya memang bebek canggih. tapi bukan berarti bermesin 4 tak, pun bukan berarti memiliki teknologi katup pneumatik atau komputasi sistem injeksi bahan bakar.

'bebek canggih' adalah nama warung di bahu jalan nias. tapi nias yg sebelah selatannya kertajaya/sulawesi, bukan yg utaranya. di jalan niasnya sendiri warung bebek canggih ini ada di sisi timur jalan, mepet rel sepur. posisinya persis sebelum nias belok ke timur ke arah juwingan. pokoknya kalo udah belok dan nyebrang rel kereta = kelewatan!

buka sejak jam 6 pagi, dan menyajikan olahan bebek dg ciri tersendiri. kalo warung lain mufakat masak bebek dg cara digoreng, warung bebek canggih mengolah bebeknya dalam bumbu gelap sedap bernuansa rendang/kare. penampilannya memang buruk rupa, tapi tahan dulu komentarmu sebelum si gelap menyapu permukaan lidah. rasanya fantastis.

bumbunya nyemek, manis gurih, masuk merasuk sampek ke dalem daging. membuatnya nikmat hingga titik penghabisan. patoet dipoedjiken lah. eh tapi karena sepotong daging bebek canggih ini nggak seberapa gede, dan dengan pesona rasa seperti itu pula, sepertinya nggak cukup kalo cuman makan satu potong. hasrat untuk pesan porsi kedua pun terpicu. tapi langsung tertahan lagi, gara2 inget volume nasinya yg sudah penuh menjejali lambung. ya, di warung sini rasio volume "nasi:bebek"-nya berbanding terbalik dg rasio di bebek goreng HT. jadi kamu yg kapasitas lambungmu cukup santun boleh mempertimbangkan untuk order dg nasi 1/2 porsi aja.

sedangkan sambelnya terbikin simple, kasar, minimalis. tapi tingkat kepedesannya = maut. jadi berhati2lah.

harga 10000 ripis aku pikir cukup fair lah untuk kombinasi nasi + bebek yg unik kayak gini. lumayan buat merefresh sensor2 dari kejenuhan olahan gorengan.

tips: hindari andok siang2, karena konstruksi bangunan warungnya banyak menggunakan seng. pasti panas.


bebek kayu tangan

bebek kayu tangan

jangan mengemudi terlalu kencang di jalan bratang gede. karena kalo kelewatan, susah muternya. lha nggak kelewatan pun masih tetep aja sulit nyari space buat parkir je... posisi depot bebek kayu tangan ini di jl. bratang gede no. 68. buka antara jam 10.30 sampek jam 21.30.

bebek goreng kayu tangan punya aksesori unik: kremesan. kremesan itu nambah gurihnya bebek goreng. di bawah kremesan itu, ada lapisan kulit bebek yg berlemak, enak. dan lanjut lagi bagian yg paling dalem, tentu saja dagingnya. empuk, dg tekstur yg cukup lembut.

secara subyektif aku bilang ini the best bebek in town. ini opini pribadi, dan kamu boleh nggak sependapat. tapi, emang gue egp? hehe :D sayang pas festival jajanan bango kemaren nggak ikut. mestinya jadi lebih seru kalo ada bebek kayu tangan di festival seperti gitu.

ukuran sepotong bebek goreng kayu tangan cukup gede, volume nasinya pun nggak bisa dibilang sedikit. mengenyangkan. dan dengan rasa yg 'enak sekali', maka pantaslah kiranya satu porsi bebek goreng kayu tangan dihargai 10000 rupiah. jeroannya 2500 rupiah. kalo nambah nasi putih kena 3000 rupiah. sedangkan range harga minuman antara 2000 sampek 3500 rupiah. aku pikir ini best value untuk harga yg segitu.

sambelnya cukup pedes, tapi nggak pada level yg mematikan. tips: tambahkan kecap dan peresan jeruk pada sambelnya, percayalah kamu akan mengalami satu rasa yg luar biasa. beda dari yg pernah ada.


warung bebek mon-mon

warung bebek mon-mon

perhatikan: kalo cari warung bebek goreng dg pertimbangan makan sampek kenyang, bukan warung sini tempatnya. celaka tiga belas, dan dijamin kuciwa. bahkan sebenernya warung bebek mon-mon ini bukan warung, ini restoran. dengan ruangan yg sejuk karena dilengkapi piranti pengkondisi udara.

lokasinya di jl. mayjen sungkono 139. ancer2nya, di pinggir jalan ada papan gede dg tulisan "pelan-pelan! bebek keren 9,7 meter lagi".

nilai plus langsung tertangkap dari warung bebek mon-mon bahkan sebelum masuk ke ruang makan = free and spacious parking lot.

di dalam, sang bebek tampil cantik. luar biasa cantik. nggak cuman memanjakan lidah, tapi mata pun ikut terpesona karna penampilan sajian. walopun nggak banyak, nasinya dibikin tumpeng. bahkan tata letak masing2 item lalapan pun diperhatikan secara detail. elok nian.

potongan bebeknya nggak gede, tapi cantik, sekali lagi cantik. dagingnya empuk, tapi tetep ada kekenyalan yg terasa di setiap gigitan. mak prul, langsung lolos dari tulang ketika dicomot. dan pastinya terasa gurih di lidah.

gimana dg sambelnya? terus terang bagian ini yg sulit dituliskan, ada sensasi surgawi yg bisa bikin ngawang sodara sodaraaa... hahaha pedes sih enggak, tapi sambelnya tampil dg 3 pesona: yg pertama sambel merah, yg mangkuk sambelnya dibanjiri minyak. agak pedes, tapi nggak pedes2 amat lah. lalu ada lagi sambel ijo, terbikin dari komposit belasan rupa2 rempah yg entah apa saja. jreng! rasanya luar biasa, memperkosa setiap sudut lidah, ah! dan yg terakhir, sambel bulu. yg ini aku nggak cerita deh... die die must try! kamu mesti alami sendiri supaya faham betul apa itu sambel bulu, hehehe.

lalu, berapa harga yg mesti terbayar untuk pengalaman seperti itu? nasi putihnya 3000 rupiah, bebeknya 12000, menu minumannya antara 5000 sampek 8000 rupiah. mahal? ya kalo diliat dari volume makanannya memang mahal. tapi karena yg disajikan bukan cuman urusan perut, boleh terbilang impas lah harga segitu.

oh, ada satu lagi yg menarik = warung bebek mon-mon buka molai jam 11 siang sampek jam 3 pagi. yep, nggak salah ketik. sekali lagi, sampek jam 3 pagi.


bebek padin

bebek padin

lokasinya di jalan kranggan, sisi sebelah utara, nggak jauh dari BG junction. catetan: jalan kranggan ini padat. boleh nitip parkir kendaraan di BG junction aja, relatif lebih aman.

warung yg selalu rame tiap malem ini punya aturan main yg beda. pertama, pesan dulu makanan & minuman di kasir, bayar tunai disana, lalu silakan tunggu makanan disajikan di meja. bebek goreng di warung padin ini sangat ekonomis! satu potong bebek goreng cuman 5000 rupiah saja. kalo nasinya 2000, jeroan 4000, dan es teh 1500 rupiah.

tapi tentu saja harga yg murah berpengaruh dg ukuran bebeknya, compact, hehe. tapi biar pun kecil, rasanya oke juga. tambah lagi ada sesendok kondimen bumbu kuning di atas gundukan nasi, bikin rasa lebih kaya. sambelnya pedas, pas buat gerimis2.

warung padin bisa selalu rame tiap malem, meja2 panjang dipenuhi pelanggan dari macem2 kalangan. karena warung padin bukan cuman tempat nongkrongnya para fanatik bebek goreng. warung padin menawarkan menu lain yg boleh diincipi: ayam goreng, burung dara, lele goreng, dorang goreng, gurami goreng, bandeng goreng, dan mujaer goreng.

tips: boleh siapkan recehan kalo memungkinkan. karena bisa jadi di warung padin kamu diampiri anak2 ngamen.


warung bebek goreng lainnya

hooop! segini dulu lah, post ini sudah terlalu panjang. padahal ini belom semuanya lho, bebek papin di pojok'an pecindilan belom sempat ketulis, bebek donal di kedungdoro juga. bahkan olahan sate bebek yg unik di irian barat juga belom sempat dibahas. lainnya nanti deh, bersambung... (tapi kalo males nulis ya nggak disambung, hehe).


p.s. harga2 terpublish disini = harga sebelum bensin naik.

Labels:




Festival Jajanan Bango 2008 - Sate Buntel, Sate Segede Pentungan!

Tuesday, May 20, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

sate buntel karmen 29


Nah nah pentungan yang satu ini nih yang sempat jadi primadona di Festival Jajanan Bango 2008. Dan sepertinya semua orang pada berebut ngincipi sate unik ini. Bahkan karena padatnya antrian pembeli, saya pun harus rela nunggu hampir satu jam (hampir 60 menit!) demi ngincipi sate buntel.

Jadi, seperti apa toh sate buntel itu?
Sate Buntel (Wrapped Satay) is a specialty from Solo or Surakarta region, Central Java. It’s made from beef or goat’s minced fatty meats (especially meats around ribs and belly area). The minced fatty meats then being wrapped by thin fat or muscle membrane and wrapped around a bamboo skewer. The size of this satay is quite large, very similar to middle eastern kebab. After being grilled on charcoal, the meat is separated from the skewer, cut to bite-size chunks, then served in sweet soy sauce (Bango!) and merica (pepper).
(Diadaptasi dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Satay)

sate buntel karmen 29


Olahan daging kambing yang satu ini memang spesial. Pertama karena ukuran satenya yang terbilang jumbo. Kemudian teknik memasaknya pun nggak biasa.

Buntelan sate dibakar dulu setengah matang di atas arang dengan kipas tangan (bukan kipas mesin). Setelah permukaan kulit sate mulai terlihat matang, beberapa kali sate terlihat disayat dan dicelup-celupkan ke bumbu Kecap Bango. Prosesi pencelupan sate ke bumbu Kecap Bango diulangi beberapa kali hingga sate buntel matang sempurna. Hasilnya? konstruksi cincangan daging tidak pecah, tapi bumbu terasa merasuk sampai ke dalam. Sebuah pentungan yang dahsyat, mengenyangkan. Plus lagi daging cincang itu dilapisi kulit dari lemak kambing yang gurih, wuih! Nikmat.

Dan sementara sate dalam proses pembakaran, Mbak Aliviana yang berjilbab itu sibuk menyiapkan bumbu kecap sebagai kondimen sate, juga irisan-irisan bawang merah dan tomat untuk melengkapi sajian sate buntel.

sate buntel karmen 29


Ya ya, untuk sementara boleh lupakan dulu soal kolesterol dan sebagainya itu, sehariiiii ini saja. Kan Festival Jajanan Bango cuman terjadi setahun sekali.

Karena Sate Buntel Karmen 29 jadi salah satu sajian favorit di Festival Jajanan Bango, stok sate ini segera tandas dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Dari pengamatan saya, sekitar pukul 8 malam tenda Sate Buntel Karmen 29 sudah bersih, rapi. Padahal menurut informasi dari si jago makan, untuk festival ini disiapkan 500 tusuk sate lho, *woa!*

Kamu nggak kebagian? Ooo nggak perlu kuatir. Kamu nggak perlu jauh-jauh ke Solo untuk ngincipi menu eksotik asal Solo ini. Di Surabaya, sate buntel bisa dinikmati di jalan Karangmenjangan 29. Lokasinya nggak jauh dari rumah sakit dr. Soetomo dan kampus Universitas Airlangga.

Satu tusuk sate buntel cuman dihargai 10.000 rupiah saja (sebelum BBM naik lho).

sate buntel karmen 29
(Selamat menikmati...)

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Dibuang Sayang

Monday, May 19, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

festival jajanan bango

Festival Jajanan Bango 2008 bukan cuman tempat berkumpulnya orang-orang penggila makanan. Di festival ini juga berkumpul pengamat budaya, penulis berita, bahkan seniman fotografi.

Ketika bertemu di satu arena, berbagai macam karakter manusia dari rupa-rupa latar belakang itu tentunya menarik diamati. Berikut ini beberapa momen yang sempat tertangkap kamera di arena Festival Jajanan Bango 2008:

Ingin Tau

tumpeng di festival jajanan bango

Eh, itu tumpeng asli? Sepertinya asli, coba pegang ah... Hehe, rasa penasaran Bapak itu memicu rasa ingin tau pada seluruh anggota keluarga, termasuk si anak yang nampaknya dapat banyak pengalaman dari Festival Jajanan Bango tahun ini.

Sedia Payung Sebelum Kepanasan

sedia payung sebelum kepanasan

Berbeda dengan Tuan di sebelah sana, Nona berbaju merah ini tentunya sudah membaca sejumlah tips di mimimama.blogspot.com sebelum memutuskan datang ke Festival Jajanan Bango.

Keamanan, Perhatikan Keamanan!

selamatkan dompet

Contoh bijak dari teman saya, Jiewa. Perhatikan cara dia mengamankan dompetnya. Berada di antara sekian puluh pilihan makanan yang semuanya menggoda, Jiewa nggak kemudian lengah lalu larut dengan ritual incip-incip. Dompet yang biasanya tersimpan di saku belakang diamankan di saku depan.

Penting: Tidak terjadi kasus pencopetan dia Festival Jajanan Bango 2008, tapi antisipasi dan tindakan pencegahan tetap perlu diperhatikan.

Jajan Pasar, Jajan Tradisional

jajan pasar

Cenil, klanting, dan aneka bubur warna warni ini nggak boleh kalah pamor dari jajanan modern. Karena rupa-rupa jajan pasar ini adalah salah satu kekayaan budaya warisan nenek moyang. Di Festival Jajanan Bango ibu-ibu itu bisa puas bernostalgia kuliner khas Nusantara.

Jajanan semacam ini sudah semakin sulit ditemui di kota besar. Tidak ditawarkan di mall, cafe atau restoran. Di Festival Jajanan Bango, orang tau bisa mengenalkan jajan pasar pada anaknya, dalam upaya melestarikan kuliner nusantara.

Sop Buntut

sop buntut gandhi

Ini teman saya, Gandhi. Menyempatkan diri incip-incip sop buntut diantara kesibukannya hunting foto. Eh, incip-incip kok semangkok gede gitu, Gan?

Tumpeng Raksasa

pintu masuk festival jajanan bango

Tumpeng Raksasa, yang sekaligus jadi gerbang pintu masuk arena Festival Jajanan Bango ini punya fungsi tambahan. Jadi set fotografi dadakan. Orang-orang pada bergiliran berfoto dengan latar belakang tumpeng ini. Kamu juga sempat berfoto disini? Kalo enggak, rugi! Hihihi... :D

Rame!

view from the tribun

Foto ini diambil dari tribun. Sampai larut malam pun Stadion Brawijaya tetap ramai dikerumuni pengunjung. Kalo Festival Jajanan Bango nggak dibatasi sampai jam 10 malam, mungkin sampai subuh pun orang-orang tetap rame keliling stadion, incip-incip macem-macem makanan.

Spesial buat si jago makan, Manda la Mendol

rawon dengkul

Oke, ini yang terakhir. Gambar tertangkap dia tenda Rawon Nguling. Spesial buat si jago makan, Manda la Mendol.

Eh, satu lagi, capture dari shoutbox blog jago makan:

shoutbox jagomakan

Hahahaaa...!

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Pasukan Pemburu Bebek

Friday, May 16, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

bebek cak yudi


Surabaya = Kota Pahlawan. Itu betul. Surabaya = Bebek Goreng. Ooo... itu sudah jelas. Nggak akan seru kalo bikin festival makanan di Surabaya tanpa melibatkan bebek goreng. Konyol.

Di Festival Jajanan Bango 2008, orang-orang di tenda Bebek Cak Yudi mesti seharian nonstop menggoreng bebek demi melayani nafsu pasukan pemburu bebek yang secara religius ngantri di depan tenda, dibawah terik matahari Surabaya.

bebek goreng papin


Situasi yang identik terlihat juga di tenda Bebek Goreng Papin. Orang-orang Surabaya memang gila mbebek! Apabila ada diantara kalian yang tidak menggemari bebek, sesungguhnya tergolong kaum yang merugi hahahaaa...

Jadi, apa hebatnya bebek goreng Surabaya? Apa lebih dahsyat daripada Bebek Peking dari Beijing? Hebatnya adalah karena Cak Yudi mampu menawarkan menu eksotis, spesial, ganjil, dan hanya bisa ditemui di Festival Jajanan Bango, "Ikan Bebek"!

ikan bebek


Whaaa... makhluk apa itu? Pasti binatang mutan! Pasti binatang mutan yang berkemampuan respirasi baik di udara maupun dalam air. Binatang mutan yang memiliki paru-paru dan insang sepasang. Tapi binatang ini tetap memiliki organ ati dan rempelo yang dijual terpisah, enam ribu rupiah saja. Gimana, kamu punya nyali buat ngincipi?

Fanatisme Pasukan Pemburu Bebek

Bersama Angki, Siwi, Dion, Khuclukz, Jiewa dan Herru, saya pernah berpetualang dari warung ke warung, berburu bebek goreng paling sip sak Surabaya.

Karena walaupun sama-sama "bebek goreng", olahan bebek masing-masing warung bisa sangat berbeda, tiap warung punya gaya tersendiri. Ada yang mengutamakan dahsyatnya sambel pencit, ada yang menyajikan bebek goreng dengan ditaburi krawu, ada yang diolah dengan kremesan bercita rasa luar biasa. Pokoknya banyak dah.

nasi bebek sayang anak
(Pasukan pemburu bebek di markas Cak Yudi)


Buat kamu yang nggak sempat mampir ke Festival Jajanan Bango, Ikan Bebek bisa ditemukan di markas Cak Yudi, di jalan Tanjung Torawitan No. 39, Surabaya.

Eh, Cak Yudi For Governor?

Foto Cak Yudi dengan batik dan pecinya keliatan tampan di arena Festival Jajanan Bango. Pantes jadi gubernur Cak! Ada dua program yang cocok buat sampeyan: Yang pertama, stop kelaparan dan gizi buruk di Jawa Timur. Yang kedua, lestarikan dan kembangkan kekayaan kuliner Jawa Timur sebagai aset budaya dan pariwisata Indonesia.

Kalo mencalonkan diri, pasti banyak deh yang bersedia ngasih vote buat sampeyan hehe. Liat, yang di bawah ini cuman sebagian kecil penggemarmu lho Cak...

cak yudi

pasukan pemburu bebek
(Models: Angki dan Siwi)

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Festival Untuk Semua

Thursday, May 15, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

festival jajanan bango


Di Festival Jajanan Bango 2008, kumpul para jagoan makan, jurnalis, fotografer, blogger, pramuka, saya, bahkan ada yang hadir sekeluarga lengkap dengan balitanya. Kumpul jadi satu bareng macem-macem jajanan dari segala penjuru nusantara, tumplek blek di satu lapangan.

Masing-masing orang punya selera tersendiri (termasuk pantangan dan alerginya). Tapi di festival ini nampaknya semua terpuaskan, saya bisa perhatikan pilihan makanan teman-teman: Ada Siwi yang tergoda nasi kuning avon ambon, ada Anton yang suka tahu tek-tek. Ada Gandhi yang incip-incip jajan pasar dan sop buntut (tapi tidak dimakan secara simultan). Lalu ada Jiewa yang menantang olahan fusion rujak soto. Dan tentu saja Manda yang *whoa!* mampu menampung 8 (delapan!) menu berbeda.

Rujak Soto Khas Banyuwangi

Jiewa memilih rujak soto khas Banyuwangi. Saya pikir ini pilihan brilian, unik, satu kekayaan kuliner nusantara yang penting untuk dilestarikan.

Makan rujak, sudah biasa. Makan soto, bosen ah... Kalo rujak soto? seperti apa?

rujak soto


Ya memang sih nggak semua orang bakal suka, tapi lihat nih betapa Jiewa menikmati rujak soto:

Jiewa makan rujak soto


Rasanya unik, rujak, dikombinasikan dengan gurihnya kaldu soto, plus beberapa potong babat nikmat! Beruntungnya kita bisa hadir di Festival Jajanan Bango, jadi kenal menu seperti ini. Eh tapi buat yang kemaren nggak sempat ke Stadion Brawijaya, rujak soto boleh diburu di Ngagel Jaya Barat 5 atau di Food Court lantai 1 (stand FF 37) City of Tomorrow, Surabaya.

Festival Untuk Semua

Sabtu lalu, penduduk Surabaya dari segala kalangan kumpul di Stadion Brawijaya. Momen bagus buat menikmati akhir pekan bersama keluarga. Sekalian bisa menurunkan informasi pada anaknya tentang pengetahuan kuliner nusantara. Apa itu cenil? Seperti apa yang namanya klanting?

Apalagi belakangan ini masyarakat Indonesia semakin peduli dengan kekayaan kuliner nusantara akibat derasnya exposure wisata kuliner di media cetak/elektronik.

festival jajanan bango
(Siang itu lapangan padat. Panas? Ah nggak masalaaahhh...)


festival jajanan bango
(Berwisata kuliner bersama keluarga)


festival jajanan bango
(Yang ini kata Jiewa "witing tresno jalaran soko kuliner")


festival jajanan bango
(Pulang sekolah, langsung makan-makan!)


festival jajanan bango
(Berbagi dengan kawan)


http://dagdigdug.com
(Eh ada blogger juga - fotografi oleh Angki)


festival jajanan bango
(Semakin malam semakin rame)


Festival Jajanan Bango memang festival untuk semua. Apapun seleranya. Bahkan yang lagi bokek pun bisa ikut berburu voucher dari panitia, bisa nonton Reog Ponorogo gratisan, plus dagelan Band Cap Tugu Pahlawan. Dan di festival ini juga ada kesempatan liat Yuni Shara dari dekat, yang ternyata oalaaahh... Yuni Shara iku cilik toh, hehe. Pantesan doyan sepatu hak tinggi :D

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Merayakan 80 Tahun Bango

Tuesday, May 13, 2008 by Eddy Fahmi

Bernostalgia Kuliner di Festival Jajanan Bango, Merayakan 80 Tahun Bango

tumpeng raksasa

Yap! Festival Jajanan Bango terjadi lagi di Surabaya, kota bebek goreng pahlawan. Kali ini pengunjung boleh milih 80 menu makanan tradisional khas Nusantara, dan hadir juga Duta Bango dari 8 kota.

Berlokasi di Stadion Brawijaya, festival ini saya nilai lebih oke daripada festival tahun lalu. Karena kali ini arena festival berkarpet rumput segar, nggak berdebu. Selain itu tim panitia juga layak dapet 2 jempol untuk detail pelaksanaannya. Karena tahun ini saya perhatikan banyak tempat sampah available di segala penjuru lapangan. Plus, para petugas kebersihan nggak capek-capeknya patroli terus keliling lapangan.

tempat sampah

Dan lebih hebatnya lagi, di pinggir lapangan ada mobil pemadam kebakaran siap siaga. Ini penting, karena walaupun puluhan kompor dan peralatan bakar itu dioperasikan secara profesional, jaminan keamanan tetep perlu diutamakan.

Tumpeng Nasi Kuning

Eh yang ini nggak dijual. Cuman karena momennya pas ulang tahun Bango yang ke-80, ada acara potong tumpeng oleh Memoria Dwi Prasita (Brand Manager Bango).

potong tumpeng

Seremoni pembukaan festival ini dipimpin oleh Suhartoyo, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Surabaya. Disaksikan para jurnalis, fotografer, blogger, masyarakat Surabaya, dan petani kedelai hitam binaan Unilever.

petani kedelai hitam

Hors d'oeuvre

Nah soal makanannya, saya sempat kebingungan mesti ngincipi yang mana dulu? Semuanya menarik, rupa-rupa kuliner nusantara warisan nenek moyang ini semua tampil menggiurkan, eksotik. Tapi nggak perlu bengong lama, bersama Jiewa saya putuskan cari makanan yang "nggak biasa". Dan yang beruntung terpilih sebagai menu pembuka adalah es krim La Spezia.

es krim la spezia

Catetan: Es krim La Spezia tidak untuk dikonsumsi bersama tahu telor secara simultan. Rasanya jadi nggak enak.

Kalo jajan es krim rasa coklat atau strawberry, nggak ada yang istimewa, biasa. Di tenda La Spezia ini saya nemu es krim rasa siwalan, woohoo...! Rasanya enak dan unik, menyegarkan tentunya. Dikombinasi pisan dengan es krim rasa kacang hitam, wah wah jadi tambah "kaya".

Lhaaa... menu macem gini ini yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Jangan sampai pasarnya takluk oleh es krim dari Italy. Penduduk Surabaya boleh bersyukur Festival Jajanan Bango mampir ke Surabaya. Sebelum hadir di festival ini saya nggak tau kalo ada es krim unik di dekat Kenjeran situ. Buat kalian yang kemaren kehabisan es krim La Spezia, boleh serbu langsung ke markasnya di jalan Gading Pantai V/19. Boleh sekalian jalan ke Kenjeran incip-incip lontong kupang di tepi pantai, hehe.

Lanjut, es krim siwalan belum juga habis, Jiewa sudah ngelirik tenda sebelah yang nawari menu fusion unik, Rujak Soto! wah... kayak gimana rasanya? (bersambung)

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Review

Monday, May 12, 2008 by Eddy Fahmi

Festival Jajanan Bango 2008

Coming soon...

Hehe, maap maap ini yang punya blog lagi (macak) repot, jadi review Festival Jajanan Bango 2008 nanti deh segera dipublish kalo sudah agak longgar. Stay tuned, monitor terus sindikasi blog ini menggunakan RSS reader favorit anda :)

Labels: , ,




Festival Jajanan Bango 2008 - Tips

Thursday, May 08, 2008 by Eddy Fahmi

Festival Jajanan Bango 2008

Festival Jajanan Bango 2008 dimulai di Surabaya, Sabtu besok tanggal 10. Barengan dengan ulang tahun bango yg ke-80. Duh, udah tua ya? Pasti itu bango dagingnya alot, hehe.

Di Festival Jajanan Bango 2008, kira-kira bakal banyak yang seru. Disana bakal kumpul para jagoan makan, jurnalis, fotografer, blogger, dan saya, bareng macem-macem jajanan yang tumplek blek dari segala penjuru nusantara.

Jadi, kalo ada diantara kalian yang bosen makan bebek goreng, rujak cingur, atau lontong balap, ini momen bagus buat incip-incip menu eksotik baru. Tapi, seperti apa gambarannya Festival Jajanan Bango 2008 itu? Apa yang perlu dipersiapkan?

Lokasi Lokasi Lokasi

Stadion Brawijaya bakal padat. Karena bakal banyak penduduk Surabaya (dan sekitarnya) tersedot kesana, jadi penting untuk mempertimbangkan kendaraan dan parkirnya. Kalo memungkinkan, datanglah dalam kelompok besar. Kalo perlu 1 mobil kijang diisi 10 orang (atau bisa lebih kalo penumpangnya kurus langsing). Ini untuk memudahkan parkir dan sedikit ngurangi macet hehehhh. Bandingkan kalo tiap pengunjung festival naek mobil berdua-duaan, wah. Alternatif: manfaatkan kendaraan umum.

Paralel vs Serial

Di lokasi Festival Jajanan Bango 2008, 10 orang tadi bisa antre di 10 tenda berbeda. Satu orang antre beli soto, temennya boleh antre sate, yang lain bisa antre menu alternatif. Dengan demikian waktu yang terbuang jadi lebih sedikit karena antrean dilakukan secara paralel, bukan serial.

Berbagi Makanan

Setelah dapet makanan, 10 orang tadi bisa nyari tempat ngumpul yang enak. Bisa bertukar dan saling incip-incip makanan yang berhasil dikumpulkan. Nah kalo memungkinkan berbagi porsi, kan jadinya nggak terlalu kenyang. Kalo lambung masih cukup longgar, antrean dan makan bareng bisa di-loop sampai sepuasnya (syarat dan ketentuan berlaku).

Minuman = Faktor Penghematan

Jangan lupa bawa botol minum sendiri dari rumah. Ini untuk menghemat anggaran jajan. Tahun lalu, di lokasi festival, teh sari wangi gampang ditemukan di setiap sudut, tapi saya pribadi nggak tertarik beli teh sari wangi. Bukan berarti saya anti sari wangi lho. Sekedar pertimbangan menghemat anggaran saja. Karena di festival ini kan yang eksotik menu makanannya. Itu yg perlu diincipi satu-satu. Kalo teh sari wangi sih rasanya persis dengan yang dijual di pasaran. Eh, kecuali kalo sari wangi bisa mendatangkan koleksi khusus macem pu erh ato silver needle hehehee... Kalo gitu baru boleh ikut diburu juga minumannya.

Uang Tunai

Perlu dianggarkan juga uang tunai secukupnya, karena para pedagang nggak nerima pembayaran dengan kartu di Festival Jajanan Bango 2008. Plus, boleh disiapkan juga sedikit dana cadangan. Karena pengalaman dari festival tahun lalu ternyata banyak opportunis yang menaikkan harga jual. Semoga tidak terulang tahun ini.

Payung

Terutama buat yg berkulit sensitif, payung = penting. Festival Jajanan Bango 2008 berdurasi antara 11:00 - 22:00. Surabaya sangat panas di siang hari, dan cenderung hujan di malam hari.


Credits: gambar diambil dari www.bango-mania.org

Labels: , ,




about

forza ferrari!
mimimama, male, surabaya, addicted to velocity, extreme sports, and adrenaline pumping activities, more...

shoutbox

recent comments

recent posts

archives

search

merdeka.or.id

fenty's blogs

friends' blogs

more blogs

stickers