posting lebaran
Wednesday, October 01, 2008 by Eddy Fahmi
selamat hari raya idul fitri, 1 syawal 1429h.
taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum
semoga allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian (dan juga menerima) puasa kami dan puasa kalian
ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal fa’izin
semoga allah menjadikan kami dan juga kalian (termasuk) dari (golongan orang2) yang kembali (kepada fitrah) dan yang menang (melawan hawa nafsu)
mohon maaf lahir dan batin Labels: culture, islam, life
| permanent link | »
terapi salat tahajud
Sunday, August 31, 2008 by Eddy Fahmi
menyembuhkan berbagai penyakit.
terbukti secara medis dan ilmiah.
isbn: 979-114-014-6
penulis: prof. dr. moh. sholeh
penerbit: mizan media utama
lebih dari 14 abad perintah dan keutamaan tahajud diajarkan dari generasi ke generasi. al-quran maupun al-hadis menyatakan bahwa dahsyatnya kekuatan salat tahajud bagi pembentukan jiwa. dengan berjalannya waktu, mulai bermunculan berbagai analisis mengenai keutamaan salat tahajud, satu di antaranya adalah buku ini yang membahas dari sudut medis dan akademis.
(testimoni dikutip dari prof. dr. komaruddin hidayat)
buku ini pada mulanya adalah sebuah disertasi yg berhasil dipertahankan penulis di fakultas kedokteran universitas airlangga pada tahun 2000. disertasi itu berjudul "pengaruh salat tahajud terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik, suatu pendekatan psikoneuroimunologi". disertasi itu kemudian diterbitkan ulang dalam bentuk buku dg bahasa yg lebih populer sehingga hasil dari penelitian bisa diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan.
secara redaksional, buku ini terbagi jadi tiga bagian: yg pertama berupa telaah bibliografik psikoneuroimunologi dg nalar deduktif tentang anatomi sistem kekebalan tubuh. eh bagian yg ini memang masih ada kesan elitis dan lebih cocok dikonsumsi kalangan akademis. tapi gpp, makan aja sampek abis.
bagian kedua, berisi deskripsi dari sumber2 normatif tentang salat tahajud, lalu ditutup dg sebuah kesimpulan hipotetik tentang psikoneuroimunologi salat tahajud.
dan bagian ketiga, adalah deskripsi laporan penelitian tentang pengaruh salat tahajud terhadap peningkatan respon ketahanan tubuh imunologik: suatu pendekatan psikoneuroimunologi.
satu temuan menarik yg diungkap prof. sholeh di buku ini adalah bahwa penyelenggaraan sholat tahajud secara ikhlas mampu menurunkan respons sekresi kortisol dan meningkatkan perubahan respons ketahanan tubuh imunologik. dg dasar temuan ini, konsep ikhlas yg sedemikian sentral dalam kesadaran religius, tetapi amat sukar menemukan parameternya, memperoleh penjelasan empirik: penurunan respons sekresi kortisol dan peningkatan perubahan respons ketahanan tubuh imunologik dalam kasus salat tahajud dapat digunakan sebagai indikator ikhlas untuk bidang amal saleh lainnya.
anyway, pada dasarnya ini buku yg bagus buat berbagai kalangan, pembaca nggak harus jadi dokter atau praktisi medis untuk mempelajari buku ini. bahkan dalam buku ini nggak cuman bisa dipelajari tahajud dari sudut pandang medis dan akademisnya saja, pembaca juga akan dapat makna salat tahajud, hakikat khusyuk dalam salat, bobot bacaan ayat dalam salat tahajud, sampai etika salat tahajud. Labels: book, islam, science
| permanent link | »
Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya
Tuesday, March 18, 2008 by Eddy Fahmi
 Beberapa fakta yg mungkin kamu perlu tau tentang Masjid Muhammad Cheng Hoo: Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun atas gagasan H. M. Y. Bambang Sujanto dan teman-teman Pembina Imam Tauhid Islam (PITI). Pembangunannya dimulai tanggal 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 13 Oktober 2002 proses pembangunan selesai dan masjid sudah dapat digunakan untuk beribadah. Masjid diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Bapak Prof. Dr. Said Agil Husain Al-Munawar, MA.) pada tanggal 28 Mei 2003. Kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun di atas tanah seluas 3.070 meter persegi. Rancangan awal Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Masjid ini dibangun dengan konsep tanpa pintu sebagai simbol keterbukaan. Siapa pun, dari etnis apapun, berhak menggunakan masjid ini untuk beribadah. Masjid ini diharapkan dapat menjembatani segala perbedaan dalam masyarakat Indonesia. Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama 11 x 9 meter. Pada sisi utara dan selatan bangunan utama terdapat bangunan pendukung yang lebih rendah daripada bangunan utama. Ukuran 11 meter pada bangunan utama masjid diambil dari ukuran panjang/lebar Ka'bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Sedangkan ukuran 9 meter inspirasinya didapat dari sejarah Walisongo yang melaksanakan syi'ar Islam di tanah Jawa. Masjid Muhammad Cheng Hoo mampu menampung hingga 200 orang jamaah. Arsitekturnya yang menyerupai bangunan kelenteng adalah gagasan untuk menunjukkan identitas sebagai muslim Tionghoa di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Buddha. Bagian atas dari bangunan utama bertingkat 3 dari pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya menyerupai pagoda, berbentuk segi 8 (pat kwa). Angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan. Anak tangga di bagian serambi masjid berjumlah 5, representasi rukun Islam. Sedangkan anak tangga di bagian dalam masjid berjumlah 6, representasi rukun iman. Pada bagian depan bangunan utama terdapat ruangan yang dipergunakan oleh imam untuk memimpin sholat dan khotbah yang sengaja dibentuk seperti pintu gereja, ini menunjukkan bahwa Islam mengakui dan menghormati keberadaan Nabi Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kitab Injil bagi umat Nasrani. Juga menunjukkan bahwa Islam mencintai hidup damai, saling menghormati dan tidak mencampuri kepercayaan orang lain. Warna dominan pada bangunan masjid: merah, kuning, biru dan hijau. Dalam kepercayaan Tionghoa, warna merah adalah simbol kebahagiaan, warna kuning adalah simbol kemashyuran, warna biru adalah simbol harapan, dan warna hijau adalah simbol kemakmuran. Pada sisi utara masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam. Orang Tionghoa menjalankan ajaran Islam bukanlah merupakan hal yang aneh atau luar biasa. Hal itu adalah wajar, karena 600 tahun yang lalu pun sudah ada laksamana Tionghoa yang taat menjalankan ajaran Islam bernama Muhammad Cheng Hoo. Beliau juga turut mensyi'arkan agama Islam di tanah Indonesia. Fasilitas yang ada di dalam kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo antara lain: kantor, sekolah TK, lapangan olah raga, kelas kursus bahasa mandarin dan kantin. Fasilitas tersebut disediakan demi kenyamanan beribadah dan untuk mempererat tali silaturahmi sesama umat. Selain itu banyak juga kegiatan sosial yang diselenggarakan PITI mengambil tempat di kompleks masjid ini, beberapa diantaranya: distribusi sembako murah, donor darah, serta pengobatan akupunktur. Alamat Masjid Muhammad Cheng Hoo: Jalan Gading No. 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya 60272. (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa) Tel. (031) 5342112, 5342224. Labels: art, culture, islam
| permanent link | »
A brief history of Ampel Denta
Wednesday, December 12, 2007 by Eddy Fahmi
Raden Muhammad Ali RahmatullahAlso known as Sunan Ampel, a descendant of the holy messenger Muhammad SAW, was born in Champa (southern part of Cambodia, CMIIW). Raden Muhammad Ali Rahmatullah arrived at Java in the early of 15th century. His mission was to fix the moral of Majapahit kingdom's noble and peasant, which has been a total riot after Prabu Hayam Wuruk and Mahapatih Gajah Mada have departed. Raden Muhammad Ali Rahmatullah practices the Hanafian mahzab rules (fiqih). However, to his pupils, he only teaches one simple principle: 'Moh limo' (five no's). 1. Moh main (no gambling) 2. Moh minum (no drinking) 3. Moh maling (no stealing, no corrupting) 4. Moh madat (no drugs) 5. Moh madon (no free sex) The background of Sunan Ampel's pupils varied from Majapahit officials, Majapahit citizens, and even people from remote areas. Even in 1470s, came a Persian (Iran), young man named Ali Saksar to study to Sunan Ampel. Later, he was known as Syeikh Siti Jenar. The Great Mosque of Sunan AmpelBuilt in 1421 and located in Ampel district, Pabean Cantikan, in the northern part of Surabaya ( 7°13'45.42" S, 112°44'30.84" E).  With ancient javanese architectural style, it uses three leveled roof, unlike the one in middle east and eastern europe, it doesn't have any dome. Supported by 16 pillars of teak wood, 17m in length and 60cm in diameter. The amazing thing about these wooden pillars is that they stand 'without any brace', causing unsolved mystery up until today: How to transport those gigantic logs to Ampel when all transportation and construction means were still unsophisticated at that time? In the west side of the mosque there is a graveyard where Sunan Ampel and his best friends are buried, along with the hajj syuhadas. Nearby the graveyard entry there are several large earthenware bowl contains drinking water from a well under the mosque that never dry up. In Ampel quarter, there are 5 gates surrounding the site of The Great Mosque of Sunan Ampel (as the symbol of 5 Pillars of Islam): 1. Gapura Peneksen (Syahadat, a testimony that there's no god but Allah SWT) 2. Gapura Madep (Sholat, to worship god facing the kiblat) 3. Gapura Ngamal (Zakat, to do zakat/shodaqoh when afford to) 4. Gapura Poso (Puasa, to fast such as in the ramadhan month) 5. Gapura Munggah (Haji, to do hajj when afford to) Mbah Bolong and the kiblat Shonhaji was one of Sunan Ampel's pupils. At the time of the mosque's construction, Shonhaji was the one who points the kiblat direction. The direction was then used as reference to the mosque building. When the mosque was completely built, Sunan Ampel's pupils were still having doubt on the mosque's direction. Is it accurately facing the kiblat? Shonhaji then made a hole at mosque's wall, just at the right of imam's position in the mosque. And he said "Look through this hole, the holy ka'bah should be visible to you". Thus Sunan Ampel's pupils look through the hole, and they see the holy ka'bah with their very own eyes. Since then, Shonhaji known as Mbah Bolong. Mbah Sholeh and the nine gravesMbah Sholeh was a janitor at The Great Mosque of Sunan Ampel during the life of Sunan Ampel. He worked very dilligent, very clean. So no people would ever felt dust when praying anywhere inside the great mosque. When Mbah Sholeh passed away, he was buried at the eastern part of the mosque complex. Thus the mosque became dirty. And Sunan Ampel uttered "If only Mbah Sholeh was still alive, this mosque should have been clean". Suddenly there was Mbah Sholeh sweeping the floor at the imam's position. Few months later, Mbah Sholeh passed away (again), and buried (again) next to his previous grave. The case was then reoccured, and Sunan Ampel's utterance was again spoken. Thus Mbah Sholeh came back to life. After eight deaths of Mbah Sholeh, Sunan Ampel passed away. And few months later, Mbah Sholeh passed away too. And never came back to life. So there are nine graves of Mbah Sholeh in the complex of The Great Mosque of Sunan Ampel. Our responsibilities as the next generationSo how do we honor Sunan Ampel, and the other wise men of wali songo? As the next generation, we must protect what has been developed, and continue their works. We also pray to Allah SWT, wish them a lot of rewards (pahala) for their works and a place in heaven. Pictures of AmpelMore pictures of Ampel are available in my multiply album: Bonus: Culinary exotics of Ampel Denta Ampel Denta is known as Arab district of Surabaya city. Arab cuisine and restaurants are easy to find in this area. One of them is Al-Mutlik Restaurant, at the Kyai Haji Mas Mansyur street. Not only serves Arab cuisine, Al-Mutlik also has javanese food on the menu list. But of course, the Arab style of various kinds of food from lamb of this restaurant holds the best reputation for its fine quality. The reputation of Al-Mutlik is widely known. Food at Al-Mutlik has been labeled 'Mak Nyus' by Mr. Bondan Winarno (Wisata Kuliner, TransTV). And also labeled 'Ajiiib...' by Fauzi Baadila (Nikmatnya Dunia, SCTV). Al-Mutlik kebuli rice, is served with big portion of fried lamb ribs. The rice tastes rich, tough it might be a bit too spicy for caucasian appetite. One serving of kebuli rice is quite generous, but surprisingly inexpensive. It costs eight thousand rupiah only. Considering the quality of the cuisine, I personally think it is still fair if such delicacy is valued sixteen thousand rupiah. Another menu for you sould try: maryam bread. It costs three thousand rupiah only. So if you ever have a chance to visit Ampel, feel free to explore Nyamplungan or Kyai Haji Mas Mansyur streets. You will find so many Arab culinary spots there :) Links:- Para Pencari Tuhan- Spiritualisme Abadi Masjid Ampel- Masjid Tiban, Makam Aulia Sunan Kuning- Cheng HooCredits:- Zam and Galihsatria for the inspiration - Bapak juru kunci for the info - Atas and Tyka for the lingo Labels: culture, food, islam, travel
| permanent link | »
posting lebaran
Thursday, October 11, 2007 by Eddy Fahmi
1 syawal = lebaran = liburan. libur juga pengelola rumah tangga. lalu gimana? beberapa keluarga yg punya cukup duit boleh milih pindah ke hotel, tau beres, servis terjamin. tapi bagi mereka yg telat booking, nggak kebagian kamar, musim liburan ini bisa jadi momen bagus buat melatih junior supaya mandiri hihihi...  boleh lah si kecil diajari ikut ngurus rumah, nyapu, ngepel, dsb. kan sekalian olah raga. anyway, soal acara maaf2an, kirim2 parcel sms, dan segala macem budaya lebaran lainnya di indonesia, nggak ada salahnya juga sih diikuti. melalui posting ini, aku ngucap selamat hari raya idul fitri buat yg merayakan. mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahanku yg langsung maupun yg tidak langsung, kesalahanku yg online maupun yg offline, kesalahanku yg sengaja maupun nggak sengaja, kesalahanku yg pernah terjadi, yg sedang terjadi, dan yg akan terjadi. semoga dari ramadhan ini ada manfaat baru buat kita semua. bukan sekedar ritual puasa tahunan biasa. semoga semangat beribadah di bulan ramadhan ini nggak luntur di bulan2 berikutnya. dan semoga kita masih dikaruniai kesempatan untuk ketemu ramadhan lagi tahun depan. aamiin. Labels: culture, islam, life
| permanent link | »
cheng hoo
Sunday, August 13, 2006 by Eddy Fahmi
 sapa itu cheng hoo? laksamana cheng hoo (beberapa referensi menyebutnya sbg zheng he) lahir tahun 1371, nama kecilnya ma he. orang bilang "ma" itu dari "muhammad". anaknya haji ma, generasi keenam dari sayyid ajjal shams al-din omar. ma he sebenernya bukan asli orang cina. dia berasal dari pegunungan yunnan (asia tengah) yg waktu itu dibawah kekuasaan bangsa mongol. kemudian terjadi penyerangan oleh dinasti ming ke daerah yunnan (tahun 1382). ayahnya terbunuh, ma he jadi tawanan. setelah itu, ma he dilatih jadi kasim kerajaan. selama hidup ikut dinasti ming, ma he pernah naik pangkat jadi kepala ajudan pangeran dan penyusun strategi perang. kemudian karena keberaniannya di pertempuran, nama ma diganti jadi cheng. trus karirnya berlanjut jadi komandan angkatan laut kerajaan. di bawah komandonya antara lain: 30.000 marinir, ratusan pejabat ming, akuntan, saudagar, 180 tabib, 5 ahli nujum, pakar feng shui, pakar obat2an herbal, pandai besi, tukang kayu, pengrajin kapal, penjahit, koki, dan banyak penerjemah. semuanya ikut berlayar dg 62 baochuan (kapal harta raksasa ming), dan banyak lagi machuan, fuchuan dan jung (kapal2 perang yg lebih kecil n lincah) yg selalu ikut mengawal baochuan. fyi: ukuran baochuan itu diperkirakan 120 meter, dg lebar 50 meter, punya 9 tiang layar, luas geladak 4.600 m2, dan beratnya 2.700 metrik ton (=10x lebih berat daripada kapalnya vasco da gama). ndenger cerita armadanya cheng hoo yg amat sangat raksasa itu, dulu orang2 bule sempat menganggap cerita cheng hoo ini sekedar mitos. sampek kemudian ditemukan peninggalan rudder kapal sebesar 42 m2 di sungai yangtze, nanjing. sejarahnya, cheng hoo ini memimpin armada kapal harta raksasa ming keliling dunia sekitar tahun 1405 - 1433. misinya antara lain: bisnis, eksplorasi, diplomasi, pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya. selama itu cheng hoo sudah keluyuran ke sri lanka, india, negara2 timur tengah, sampek ke afrika: somalia, kenya n tanzania. waktu itu peta dunia belom dibuat, vasco da gama belom ke india, christopher columbus belom ke nemu benua amerika. dlm pelayarannya, cheng hoo juga sempat ngelewati perairan nusantara, menumpas pasukan bajak laut chen zuyi di selat malaka, dan mampir mendarat di pantai jawa (tepatnya semarang) sekitar 1405 - 1407.  6 abad kemudian, tahun 2003 kemaren masjid muhammad cheng hoo diresmikan di surabaya. lokasinya nggak jauh dari hi-tech mall (thr), di belakangnya makam pahlawan situ (maap nggak apal alamatnya hehe). ini masjid menarik. pertama karena bangunannya yg "cina" itu keliatan eksotik di surabaya, bisa jadi obyek wisata. kedua, masjid ini juga jadi alat pemersatu. komunitas cina muslim di surabaya nggak banyak. dg adanya masjid ini mereka jadi lebih mudah bersatu, kumpul bareng, kerja sama, paling enggak jadi punya wadah untuk mengeluarkan suara. sejauh ini, setelah 3 tahun operasional, masjid muhammad cheng hoo nggak cuman dipake jum'atan. banyak kegiatan menarik disono, molai pengajian, pelatihan sampek macem2 pelayanan untuk masyarakat gitu lah. beberapa yg saya pernah tau antara lain: pengobatan alternatif sebangsa akupunktur ato pijat gitu. kegiatan2 macem gini terbuka untuk umum, nggak harus cina ato muslim. sip kan?   kalo kamu pernah bosen jum'atan di masjid deket kantor, coba sekali2 ngincipi pengalaman sholat di masjid muhammad cheng hoo. trus boleh juga jum'at depannya lanjut nengok masjid ampel n jalan2/makan2 di kampung nggubah ;) Labels: culture, islam, travel
| permanent link | »
jum'atan
Friday, December 09, 2005 by Eddy Fahmi
(sebelumnya, mohon maaf dulu, posting ini mungkin sensitif, mungkin banyak yg tersinggung)kalian laki2 surabaya biasa sholat jumat dimana? rata2 sih njawab ya di mesjid langgangan situ (cari yg deket kantor/kampus/rumah/kos), trus ndengerin khotbah sambil ngantuk2, jadi nggak jelas sang khatib ngomong apa. heheee nggak seberapa bagus ya? tapi memang seperti itu kenyataannya. beberapa kali saya coba keliling ngincipi macem2 masjid di surabaya. hasilnya: sejauh ini masih masjid manarul ilmi di dalem kampus ITS yg favorit. kenapa? karena tiap kali jumatan disono selalu dapet khatib yg intelek. sering kali khatib di masjid manarul ilmi ini nggak sekedar bergelar kyai haji, tapi juga insinyur, master, bahkan profesor doktor. cara ngomong mereka jauh beda dg alim ulama "old fashioned" produksi pesantren (maaf). jaman dulu, tiap kali jumatan kita mesti dapet materi khotbah yg begitu2 aja, tingkatkan takwa, jaga diri dari perbuatan munkar, perbanyak amal sholeh, bla bla blah... selalu mengingatkan ajaran2 yg sudah jaman SD dulu. nggak ada yg salah dg materi khotbah macem gitu, memang yg namanya manusia sering khilaf, butuh terus diingatkan. tapi kalo bertahan seperti itu aja, kapan bisa belajar sesuatu yg baru? di manarul ilmi karena yg ngomong ilmuwan, beberapa kali saya denger pemikiran2 baru, pertanyaan2 kritis yg menarik bin cihuy. coba perhatikan beberapa pertanyaan lugu ini: kita diperintahkan ber-wudhu dg air supaya bersih dari hadast. tapi kenapa kalo nggak ada air justru ber-tayamum pake debu? apa nggak tambah kotor? katanya ajaran islam itu mempermudah, bukan mempersulit. lha kalo gitu, kalo pas nggak ada air kenapa nggak boleh nggak usah wudhu aja sekalian? toh yg penting niatnya sudah baik. ini mungkin pertanyaan dari anak kecil yg spontan aja keluar waktu liat ayahnya ber-wudhu. tapi mungkin sang ayah nggak bisa dg gampang ngasih jawaban. terus terang, kalo pertanyaan macem gini ditanyakan ke kyai kolot justru si penanya bisa dibungkam, jangan tanya macem2 yg aneh2. ketentuan agama sudah seperti itu, jangan dipertanyakan, laksanakan. pokok'e taklid ae opo jare pak kyai... contoh kasus lain, orang islam diperintahkan membayar zakat. berapa besarnya zakat itu? pak kyai bilang 2.5% dari pendapatan. tapi kemudian coba tanyakan lebih lanjut, kenapa 2.5% pak kyai? kenapa nggak 3%, 5% ato 10%? dapet angka 2.5% itu dari formula apa? hmmm... siang tadi, sekali lagi saya jumatan di masjid manarul ilmi, dapat bahan pikiran baru lagi. kalian pernah denger kan kalimat ini: allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yg mengubahnya. nah, kalo si kaum harus bersusah payah mengubah nasibnya sendiri, lalu apa peran tuhan? tuhan nganggur? buat apa si kaum berdoa? ya, tentu saja sang khatib siang tadi punya jawabannya. tapi karena forum khotbah jumat cuman sebentar n cuman satu arah, terus terang kurang memuaskan. seandainya ada kesempatan dialog dg pak khatib mestinya bakal bagus, orang awam macem saya ini perlu banyak pencerahan. keliling surabaya. kalo mau liat masjid yg gede megah, boleh coba sholat masjid al-akbar, cocok dg namanya. kalo mau blusuk'an masuk kampung arab n belajar sejarah wali songo, boleh ke masjid ampel. kalo mau liat yg unik ada masjid cheng ho. n ada juga yg menarik: masjid al-muhajirin khotbah jumatnya nggak segera dimulai setelah selesai adzan, tapi nunggu pak walikota hadir dulu. yg ternyata sudah disiapkan tempat di shaf pertama. hahahaaa... lucu! anyway, masjid di dalem kampus B unair juga kadang2 pake khatib intelek, tapi masih lebih sering ITS kayaknya. eh tapi ya nggak janji lho jumat depan kalian sholat disono terus berharap bakal dapet khotbah ilmiah lagi. jangan kemudian kecewa kalo pas dapet khatib konvensional. lebih jelasnya konfirmasikan aja jadwal khatib jumatan ke takmir masjid :) (moga2 nggak ada yg marah n tersinggung karena tulisan ini)Labels: islam, life
| permanent link | »
logika agama
Wednesday, December 07, 2005 by Eddy Fahmi
logika agamapenulis: muhammad quraish shihab penerbit: penerbit lentera haticetakan pertama: oktober 2005 isbn: 979-9048-32-x Agama adalah akal, dan tidak ada (tidak dianggap ber-) agama siapa yang tidak memiliki akal. --Hadits muhammad quraish shihab ini bukan sekedar ulama, pemuka agama, tapi juga ilmuwan. gelar doktornya diperoleh melalui studi di universitas al-azhar, mesir. nggak sekedar doktor honoris causa ato miscellaneous causa seperti yg banyak diterima orang2 beken. buku ini sebenernya kompilasi ato rangkuman beberapa pemikiran quraish waktu beliau masih sekolah di mesir sono. topik yg dibahas antara lain: perubahan dan evolusi (ini menyangkut agama dan ilmu pengetahuan), islam dan akal, dan jalan pencerahan diri. 2 bab pertama buku ini berisi rekaman dialog quraish dg gurunya di al-azhar. di bab pertama, dialog mereka tentang perubahan n perkembangan, tentang agama n ilmu pengetahuan. pokok pikiran yg bisa ditangkep dari dialog tsb: agama itu nggak berkembang, nggak berubah. nabi muhammad itu rasul terakhir. al-quran itu kitab suci terakhir. ajarannya sudah sempurna. berlaku untuk seluruh alam semesta. yg bisa mengalami perubahan n perkembangan itu ilmu pengetahuan. di bab kedua: islam dan akal, dijelaskan bahwa yg dimaksud akal adalah tali pengikat yg menghalangi manusia terjerumus ke dalam dosa n kesalahan. akal semacam itulah yg menjadi tujuan dan yg harus diusahakan untuk meraihnya, karena yg demikian itulah yg menyelamatkan seseorang. tanpa akal, siapa pun akan terjerumus walau memiliki pengetahuan teoritis yg sangat dalam. banyak orang yg sebenernya berotak jenius masih ragu menggunakan akalnya karena takut melanggar batas yg diperbolehkan agama. tapi banyak pula orang yg begitu yakin dg kemampuan akalnya sehingga mematok kemasuk-akalan sebagai ukuran diterima-tidaknya suatu ajaran agama. hmmm... jadi orang2 awam n lemah macem saya gini perlu berhati2 dlm mengkaji fenomena di alam. jangan sampek lepas dari pegangan agama gara2 terlalu asik dg sains. sebenernya material dlm buku ini sangat dalem, serius. tapi quraish bisa nulis dg cara yg ciamik sehingga enak dibaca, sederhana n gampang dipahami. resminya buku ini dijual 32.500 rupiah. tapi karena beli di uranus, dapet diskon 20% hehe lumayan... iya saya juga suka yg murah2 :D Labels: book, islam
| permanent link | »
Penerapan Hukum Waris Islam Secara Adil
Wednesday, November 16, 2005 by Eddy Fahmi
 Judul: Penerapan Hukum Waris Islam Secara AdilPenulis: Dr. Afdol, S.H., M.S.Penerbit: Airlangga University Press ISBN: 979-8990-35-8 Tebal: 340 halaman Bagilah harta warisan kepada para ahli waris menurut Kitabullah (Al-Qur'an). (H.R. Muslim dan Abu Dawud) di bagian awal buku, penulis menjelaskan apa saja fungsi harta kekayaan, apa itu hukum faraid (hukum waris islam), n dalil2 yg dijadikan pedoman. selain itu penulis juga menyebutkan persengketaan waris bisa terjadi karena ada pihak yg berniat kurang baik, atau ketidakmengertiannya dalam membagi harta warisan secara adil menurut hukum waris islam. soal ini sebenernya nggak cuman masyarakat umum yg belum memahami, di kalangan para sarjana n praktisi hukum pun masih bervariasi tingkat pengetahuannya. dari buku ini pembaca bisa belajar banyak tentang politik hukum, peraturan hukum yg pernah berlaku sejak jaman penjajahan, n kesadaran hukum di indonesia (untuk topik warisan). hukum yg pernah berlaku positif di indonesia antara lain: hukum B.W., hukum adat, n hukum islam. hukum adat itu juga masih dipengaruhi susunan keluarga: patrilineal, matrilineal, atau bilateral. masing2 punya aturan waris sendiri2. dlm buku ini penulis mengutarakan tentang 'lebih adilnya' hukum islam dibanding sistem hukum lain hasil rumusan manusia. penulis juga menjelaskan 'keadilan' hukum islam untuk urusan anak angkat, seperti apa status anak angkat? gimana hubungan darah dg orang tua kandungnya? apa anak angkat bisa dapet bagian warisan juga? apa itu hibah? wasiat? wasiat wajibah? selain teori, buku ini juga punya banyak contoh2 kasus empiris plus solusinya. untuk memudahkan belajar, penulis menggunakan metode perhitungan yg mudah n praktis, plus skema/bagan untuk menggambarkan susunan keluarga. pokoknya diusahakan gimana caranya ilmu ini gampang dipelajari, enak dibaca ;) di indonesia mungkin buku referensi tentang hukum waris islam nggak banyak. jadi buku ini boleh terbilang langka. kalo kamu pingin tau lebih lanjut seperti apa itu hukum waris islam ato sekedar buat pegangan/referensi seandainya besok2 ketemu perkara waris yg rumit, buku ini boleh dimiliki. nilai ilmunya jauh lebih mahal daripada nilai cetakannya. FYI: di gramedia buku ini dijual 36 ribu. tapi kalo mau beli lewat saya boleh 30 ribu aja... pemesanan via email di efahmi[at]gmail[dot]com. ongkos kirim untuk surabaya n sekitarnya gratis, yg luar kota ngikut taripnya tiki. Labels: book, islam
| permanent link | »
|

mimimama, male, surabaya, addicted to velocity, extreme sports, and adrenaline pumping activities, more...
tutup. shoutboxnya dipindah ke rumah sebelah :D
- Herru Suwandi | Wednesday, October 01, 2008 11:56:00 AM
- Sheilla | Wednesday, October 01, 2008 7:03:00 PM
- | Wednesday, October 01, 2008 9:53:00 PM
- Cempluk Story | Thursday, October 02, 2008 6:14:00 AM
- gajahpesing | Thursday, October 02, 2008 7:43:00 AM
- | Thursday, October 02, 2008 2:12:00 PM
- dadan | Thursday, October 02, 2008 5:06:00 PM
- Astri | Friday, October 03, 2008 1:11:00 AM
- | Friday, October 03, 2008 5:20:00 AM
- M Fahmi Aulia | Friday, October 03, 2008 9:11:00 AM
- Anang | Friday, October 03, 2008 6:31:00 PM
- | Friday, October 03, 2008 8:49:00 PM
- | Friday, October 03, 2008 11:34:00 PM
- | Sunday, October 05, 2008 12:34:00 PM
- | Sunday, October 05, 2008 2:12:00 PM
- | Monday, October 06, 2008 5:18:00 PM
- | Monday, October 06, 2008 8:55:00 PM
- icHaaWe | Thursday, October 09, 2008 4:04:00 AM
- Milla Widia N | Friday, October 10, 2008 6:52:00 AM
- | Friday, October 10, 2008 11:41:00 AM
- | Sunday, October 12, 2008 10:47:00 AM
- L. Pralangga | Sunday, October 12, 2008 11:33:00 PM
- | Monday, October 13, 2008 6:15:00 AM
- | Monday, October 13, 2008 7:14:00 PM
- Eddy Fahmi | Monday, October 13, 2008 7:21:00 PM
- Kaka | Wednesday, October 15, 2008 4:08:00 PM
- | Thursday, October 16, 2008 7:06:00 AM
- | Thursday, October 16, 2008 10:09:00 PM
- | Tuesday, October 21, 2008 5:10:00 PM
- best rental Komputer & Laptop | Sunday, July 12, 2009 1:09:00 AM
- | Monday, September 01, 2008 12:05:00 AM
- | Monday, September 01, 2008 12:29:00 AM
- M Fahmi Aulia | Monday, September 01, 2008 3:21:00 AM
- | Monday, September 01, 2008 5:03:00 AM
- latree | Monday, September 01, 2008 5:10:00 AM
- Ms Mushroom | Monday, September 01, 2008 9:08:00 AM
- Mamisinga | Monday, September 01, 2008 2:15:00 PM
- Mendol | Monday, September 01, 2008 4:32:00 PM
- | Tuesday, September 02, 2008 8:25:00 AM
- | Tuesday, September 02, 2008 7:47:00 PM
- | Wednesday, September 03, 2008 4:42:00 PM
- Neng Keke | Thursday, September 04, 2008 1:01:00 AM
- | Thursday, September 04, 2008 11:02:00 AM
- | Friday, September 05, 2008 2:20:00 PM
- | Saturday, September 06, 2008 7:05:00 AM
- | Saturday, September 06, 2008 3:03:00 PM
- | Monday, September 08, 2008 10:54:00 AM
- Rey | Thursday, September 11, 2008 8:50:00 AM
- escoret | Thursday, September 18, 2008 1:27:00 PM
- | Thursday, September 18, 2008 4:54:00 PM
- rosa devga | Tuesday, September 23, 2008 10:46:00 AM
- | Friday, September 26, 2008 8:57:00 AM
- kangoyot | Monday, October 18, 2010 10:58:00 AM
- harly | Monday, March 14, 2011 3:15:00 PM
- jepit rambut | Wednesday, July 20, 2011 9:45:00 PM
- ARTATEL, Solusi Komunikasi Hemat dan Handal | Tuesday, August 16, 2011 6:08:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 7:35:00 AM
- Eddy Fahmi | Tuesday, March 18, 2008 7:41:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 8:32:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 9:06:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 9:28:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 10:59:00 AM
- | Tuesday, March 18, 2008 7:40:00 PM
- dadan | Tuesday, March 18, 2008 9:53:00 PM
- | Wednesday, March 19, 2008 6:08:00 AM
- | Wednesday, March 19, 2008 9:12:00 AM
- Mendol | Wednesday, March 19, 2008 10:28:00 AM
- Eddy Fahmi | Wednesday, March 19, 2008 3:05:00 PM
- | Wednesday, March 19, 2008 4:18:00 PM
- | Friday, March 21, 2008 4:14:00 AM
- | Friday, March 21, 2008 11:08:00 AM
- | Saturday, March 22, 2008 8:50:00 AM
- | Saturday, March 22, 2008 9:48:00 AM
- L. Pralangga | Sunday, March 23, 2008 2:33:00 AM
- Unknown | Sunday, March 23, 2008 11:59:00 AM
- infogue | Tuesday, March 25, 2008 1:46:00 PM
- ainur rifqi | Sunday, March 30, 2008 4:30:00 PM
- | Sunday, March 30, 2008 5:39:00 PM
- latree | Thursday, April 03, 2008 3:01:00 PM
- | Friday, April 04, 2008 8:55:00 AM
- | Friday, April 04, 2008 8:59:00 AM
- | Monday, April 14, 2008 5:01:00 PM
- Sepatu Futsal Murah | Monday, November 15, 2010 1:24:00 PM
- Sepatu Futsal Murah | Monday, November 15, 2010 1:25:00 PM
- | Monday, October 17, 2011 11:19:00 AM
- Rey | Wednesday, December 12, 2007 11:37:00 AM
- Djoko Santoso | Wednesday, December 12, 2007 12:51:00 PM
- | Wednesday, December 12, 2007 6:11:00 PM
- | Wednesday, December 12, 2007 10:34:00 PM
- Bude Judes | Thursday, December 13, 2007 5:42:00 AM
- | Thursday, December 13, 2007 5:50:00 AM
- imgar | Thursday, December 13, 2007 6:11:00 AM
- Bude Judes | Thursday, December 13, 2007 6:29:00 AM
- Bude Judes | Thursday, December 13, 2007 6:30:00 AM
- galih | Thursday, December 13, 2007 7:49:00 AM
- | Thursday, December 13, 2007 9:17:00 AM
- -ndutyke | Thursday, December 13, 2007 10:05:00 AM
- Mendol | Thursday, December 13, 2007 5:20:00 PM
- | Thursday, December 13, 2007 6:29:00 PM
- | Thursday, December 13, 2007 7:08:00 PM
- icHaaWe | Thursday, December 13, 2007 9:23:00 PM
- | Friday, December 14, 2007 4:49:00 PM
- Eddy Fahmi | Friday, December 14, 2007 10:54:00 PM
- Cempluk Story | Friday, December 14, 2007 11:50:00 PM
- ishtar | Saturday, December 15, 2007 10:00:00 AM
- | Tuesday, June 16, 2009 10:11:00 AM
- | Thursday, October 11, 2007 10:55:00 PM
- | Friday, October 12, 2007 12:24:00 AM
- | Friday, October 12, 2007 3:26:00 AM
- | Friday, October 12, 2007 3:27:00 PM
- | Friday, October 12, 2007 7:58:00 PM
- | Saturday, October 13, 2007 1:34:00 AM
- | Sunday, October 14, 2007 6:25:00 AM
- | Monday, October 15, 2007 4:27:00 AM
- | Monday, October 15, 2007 5:52:00 PM
- | Tuesday, October 16, 2007 7:30:00 AM
- | Saturday, October 20, 2007 10:33:00 AM
- Sisca | Monday, August 14, 2006 1:41:00 AM
- | Monday, August 14, 2006 4:28:00 PM
- | Monday, August 14, 2006 6:31:00 PM
- Ancilla | Tuesday, August 15, 2006 7:10:00 AM
- | Tuesday, August 15, 2006 8:48:00 PM
- .:nien:. | Wednesday, August 16, 2006 4:43:00 PM
- | Friday, August 18, 2006 3:18:00 PM
- | Friday, October 06, 2006 4:31:00 AM
- | Wednesday, January 17, 2007 1:32:00 PM
- | Saturday, December 10, 2005 12:24:00 AM
- Eddy Fahmi | Saturday, December 10, 2005 12:45:00 AM
- | Saturday, December 10, 2005 12:52:00 AM
- unai | Saturday, December 10, 2005 2:29:00 PM
- | Saturday, December 10, 2005 6:22:00 PM
- | Sunday, December 11, 2005 12:32:00 AM
- Eddy Fahmi | Sunday, December 11, 2005 5:20:00 AM
- | Sunday, December 11, 2005 4:55:00 PM
- Slam | Tuesday, December 13, 2005 4:10:00 PM
- | Tuesday, December 13, 2005 6:13:00 PM
- | Sunday, December 18, 2005 2:10:00 AM
- | Tuesday, December 20, 2005 2:57:00 PM
- | Thursday, October 12, 2006 9:30:00 AM
- | Wednesday, December 07, 2005 8:17:00 AM
- | Wednesday, December 07, 2005 10:15:00 AM
- Purple Heart | Wednesday, December 07, 2005 12:50:00 PM
- unai | Wednesday, December 07, 2005 3:44:00 PM
- | Thursday, November 17, 2005 1:36:00 AM
- | Thursday, November 17, 2005 10:35:00 AM
- | Thursday, November 17, 2005 5:20:00 PM
- Eddy Fahmi | Thursday, November 17, 2005 8:35:00 PM
- Eddy Fahmi | Friday, November 18, 2005 9:16:00 AM
- | Friday, November 18, 2005 12:09:00 PM
- | Sunday, January 08, 2006 1:32:00 AM
- | Thursday, January 12, 2006 12:14:00 PM
- Achmad Yani | Saturday, December 27, 2008 10:58:00 AM
|