belom banyak tulisan sih disana, baru ada 3 essai yg terpublikasi. tapi boleh monitor terus sindikasi blognya menggunakan apapun RSS reader favoritmu.
eh, btw agus koecink siapa?
nama aslinya agus sukamto. seniman, tapi nggak kemproh dan berambut gondrong, hehe. di blogosphere memang masih baru, tapi di dunia seni namanya sudah kesohor sampek luar negri. udah nggak keitung berapa kali mas agus ini bikin pameran. sudah banyak juga kontribusinya di dunia seni indonesia. dulu, mas agus biasa terlihat di sekitar kompleks balai pemuda. sekarang, kalo mau nyari tau sapa itu agus koecink ya silakan googling saja :)
jadi, silakan mampir. dan berkomentarlah apabila memungkinkan. tapi jangan pertamax, nggilani!
foto ini biasa, nggak ada yg spesial. nyalain kamera dg mode auto, jepret, jadi. nggak ada implementasi teknik fotografitingkat tinggi seperti jepretan2nya anton ato mamuk.
foto ini biasa, nggak ada yg spesial. cuman rongsokan bekas mobil yg ditinggal di pinggir jalan sekitar kawasan kota tua surabaya utara oleh entah siapa pemiliknya.
lha terus apa yg menarik dari foto ini? atau apa saja yg menarik dari foto ini?
satu, ada konstruksi roll cage tebal di sedan itu. sedan jalanan biasa nggak pake roll cage. sabuk pengaman sudah cukup aman dan legal buat dipake keluyuran. instalasi roll cage cuman dipake di mobil balap, ato mobil jalanan yg dimodifikasi untuk keperluan kompetisi.
lha terus, apa sedan itu pernah dipake balapan? bisa jadi. dan menimbulkan misteri baru soal sejarahnya mobil itu. mungkin pemiliknya dulu itu doyan kebut2an, pernah kalah pink slip, terus ribut2, terus mobilnya dibakar, lalu ditinggal disitu... pertanyaan lain lagi, kok bisa lama ditinggal di pinggir jalan gitu, kenapa nggak ada yg ngambil? kenapa nggak ada tukang rombeng yg tertarik mereteli komponen2 mobil? kan lumayan itu sekian ratus kilo logam bisa jadi duit.
Beberapa fakta yg mungkin kamu perlu tau tentang Masjid Muhammad Cheng Hoo:
Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun atas gagasan H. M. Y. Bambang Sujanto dan teman-teman Pembina Imam Tauhid Islam (PITI). Pembangunannya dimulai tanggal 15 Oktober 2001 bertepatan dengan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 13 Oktober 2002 proses pembangunan selesai dan masjid sudah dapat digunakan untuk beribadah. Masjid diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Bapak Prof. Dr. Said Agil Husain Al-Munawar, MA.) pada tanggal 28 Mei 2003.
Kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo dibangun di atas tanah seluas 3.070 meter persegi. Rancangan awal Masjid Muhammad Cheng Hoo di Surabaya diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Masjid ini dibangun dengan konsep tanpa pintu sebagai simbol keterbukaan. Siapa pun, dari etnis apapun, berhak menggunakan masjid ini untuk beribadah. Masjid ini diharapkan dapat menjembatani segala perbedaan dalam masyarakat Indonesia.
Secara keseluruhan Masjid Muhammad Cheng Hoo berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama 11 x 9 meter. Pada sisi utara dan selatan bangunan utama terdapat bangunan pendukung yang lebih rendah daripada bangunan utama. Ukuran 11 meter pada bangunan utama masjid diambil dari ukuran panjang/lebar Ka'bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Sedangkan ukuran 9 meter inspirasinya didapat dari sejarah Walisongo yang melaksanakan syi'ar Islam di tanah Jawa. Masjid Muhammad Cheng Hoo mampu menampung hingga 200 orang jamaah.
Arsitekturnya yang menyerupai bangunan kelenteng adalah gagasan untuk menunjukkan identitas sebagai muslim Tionghoa di Indonesia dan untuk mengenang leluhur warga Tionghoa yang mayoritas beragama Buddha. Bagian atas dari bangunan utama bertingkat 3 dari pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya menyerupai pagoda, berbentuk segi 8 (pat kwa). Angka 8 dalam bahasa Tionghoa disebut Fat yang berarti jaya dan keberuntungan. Anak tangga di bagian serambi masjid berjumlah 5, representasi rukun Islam. Sedangkan anak tangga di bagian dalam masjid berjumlah 6, representasi rukun iman.
Pada bagian depan bangunan utama terdapat ruangan yang dipergunakan oleh imam untuk memimpin sholat dan khotbah yang sengaja dibentuk seperti pintu gereja, ini menunjukkan bahwa Islam mengakui dan menghormati keberadaan Nabi Isa AS sebagai utusan Allah yang menerima Kitab Injil bagi umat Nasrani. Juga menunjukkan bahwa Islam mencintai hidup damai, saling menghormati dan tidak mencampuri kepercayaan orang lain.
Warna dominan pada bangunan masjid: merah, kuning, biru dan hijau. Dalam kepercayaan Tionghoa, warna merah adalah simbol kebahagiaan, warna kuning adalah simbol kemashyuran, warna biru adalah simbol harapan, dan warna hijau adalah simbol kemakmuran.
Pada sisi utara masjid terdapat relief Muhammad Cheng Hoo bersama armada kapal yang digunakannya dalam mengarungi Samudera Hindia. Relief ini memiliki pesan kepada muslim Tionghoa di Indonesia pada khususnya agar tidak risih dan sombong sebagai orang Islam. Orang Tionghoa menjalankan ajaran Islam bukanlah merupakan hal yang aneh atau luar biasa. Hal itu adalah wajar, karena 600 tahun yang lalu pun sudah ada laksamana Tionghoa yang taat menjalankan ajaran Islam bernama Muhammad Cheng Hoo. Beliau juga turut mensyi'arkan agama Islam di tanah Indonesia.
Fasilitas yang ada di dalam kompleks Masjid Muhammad Cheng Hoo antara lain: kantor, sekolah TK, lapangan olah raga, kelas kursus bahasa mandarin dan kantin. Fasilitas tersebut disediakan demi kenyamanan beribadah dan untuk mempererat tali silaturahmi sesama umat. Selain itu banyak juga kegiatan sosial yang diselenggarakan PITI mengambil tempat di kompleks masjid ini, beberapa diantaranya: distribusi sembako murah, donor darah, serta pengobatan akupunktur.
Alamat Masjid Muhammad Cheng Hoo: Jalan Gading No. 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya 60272. (Belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa) Tel. (031) 5342112, 5342224.
when one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us. --alexander graham bell.
ada beda tipis antara persisten dg kebodohan. thomas alva edison berhasil bikin bola lampu setelah sekian kali eksperimen tanpa kenal mutung. itu persisten.
still life. foto produk. ternyata lumayan sulit ya, lebih sulit daripada foto panorama ato foto panggung.
kalo ngambil gambar pemandangan alam itu relatif lebih gampang, karena sering kali alamnya sendiri memang sudah cantik. nggak perlu manipulasi aneh2 jadinya juga pasti cantik. tinggal capture aja, jadi.
barang diam, apalagi yg profilnya nggak fotogenik, perlu dikombinasikan dg barang lain supaya keliatan 'lebih bagus'. kadang perlu dijepret dari angle2 ganjil. bahkan bisa minta tata cahaya yg kompleks pisan, duh.
jumat kemaren, alhamdulillah dapet kesempatan belajar moto makanan/minuman bareng fotografer pro, anton. bareng jiewa juga, yg kameranya sama. jadi lumayan sip bisa mbaca angle-nya anton + ngintip2 setingan kameranya jiewa haha.
hasilnya? ini aku publish beberapa di multiply:
memang nggak ada yg luar biasa. maklum jek belajaran. makanya mohon masukan, saran, dan segala kripik pedasnya.
belom liat hasil jepretan jiewa, tapi kalo dibanding punya anton, minder je! aslinya kemaren itu dapet gambar lumayan banyak, sekitar 60an frames. tapi ini cuman berani kasih liat 16 biji aja, beberapa yg paling layak pamer diantara sekian jepretan yg blur, ngegrain, ato over-exposure gara2 ditembak flash jarak dekat :D
-----
satu lagi, makasih banyak buat avy yg udah ngundang kita andok soto, dan ngopi2 pula. selain nyediakan produk buat dipake belajar foto, avy juga sempat sharing wawasan menarik soal bisnis. cerita gimana dia pernah nabrak jajanan ringan di pasar makanan berat, dsb.
lha terus, abis difoto2, kayak gimana rasa sotonya? kopinya? untuk urusan ini, aku nggak perlu banyak2 cerita lagi, soalnya manda si jagoan makan sudah nulis reviewnya disini.
it's a bird, it's a plane, it's a weirdo flying at starboard.
i have often dreamed, of a far off place where a hero’s welcome, would be waiting for me where the crowds will cheer, when they see my face and a voice keeps saying, this is where i’m meant to be i’ll be there someday, i can go the distance i will find my way, if i can be strong i know every mile, will be worth my while when i go the distance, i’ll be right where i belong...
Credits: foto superman dari sini, tidak digunakan untuk kepentingan komersil.
ini adisty, ponakanku yg sekarang umur 1 tahun + 5 bulan. waktu ngambil gambar ini, jadi inget omongannya king mufasa: "look, simba. everything the light touches is our kingdom."
my funny adisty sweet comic adisty you make me smile with my heart your looks are laughable unphotographable yet you're my favourite work of art is your figure less than greek is your mouth a little weak when you open it to speak
i am a mountain i am a tall tree oh, i am a swift wind sweepin' the country i am a river down in the valley oh, i am a vision and i can see clearly if anybody asks u who i am just stand up tall look 'em in the face and say i'm that star up in the sky i'm that mountain peak up high hey, i made it i'm the world's greatest and i'm that little bit of hope when my backs against the ropes i can feel it i'm the world's greatest
lelakone wong songko ndjowo. sebuah lakon yg menceritakan proses integrasi keturunan jawa dlm masyarakat suriname. sebuah flashback kehidupan orang jawa menginjakkan kaki di bumi suriname sejak 1890 sampai sekarang. "lakon meniko didamel ngingetaken tiyang ing tanah jawi menawi wonten seduluripun ingkang urip wonten tanah seberang, ingkang tasih uri-uri kebudayaan, adat istiadat, lan boso jawi."
dan... srimulat! iya, srimulat, itu yg langsung pop di otak waktu liat penampilan does cabaret di festival cak durasim kemaren. pertunjukan seni teater dari suriname ini persis seperti pertunjukan ludruk di indonesia. menggunakan cerita kehidupan sehari2, dan setting panggung + dagelan khas srimulat.
sayang, penampilan "lelakone wong songko ndjowo" kemaren nggak komplit. pertunjukan yg totalnya sekitar 1,5 jam terpaksa dipotong jadi 45 menit demi ngikuti jadwalnya festival cak durasim. minggu paginya does cabaret manggung lagi dg lakon "one people, one nation, one destination". tapi aku nggak liat :(
nama 'captain does' sangat terkenal di suriname, penampilan panggungnya selalu rame ditonton orang. bahkan gedung utama cak durasim yg berkapasitas 1.300 orang itu kemaren juga penuh sesak. banyak yg nggak kebagian tempat duduk, lesehan di depan panggung.
tapi sebenernya siapa toh captain does itu? nama aslinya salimin ardjooetomo, penyiar radio pertjaja, dan presenter tv garuda di suriname. salimin dapet nickname captain does karena secara fisik dan karakter mirip dg does, atlet sepak bola kesebelasan nasional suriname yg pernah kondang tahun 70an. tanggal 1 agustus 1992, salimin membentuk kelompok seni does cabaret bareng temen2nya: soelijanto amatirsat, argyll ardjooetomo, rochmani wongsosemito, dan rakiman resosemito.
captain does bersama kelompok seninya memang nggak pernah lupa dg sejarah jawanya. tapi yg kemudian aku pingin tau, seperti apa makanan orang suriname? apakah tetep berbumbu jawa? ato sudah menyesuaikan dg hasil bumi amerika selatan? ato mengikuti gaya makan negara tetangga? muncul menu2 fusion baru? mestinya menarik.
kamu tau apa itu dongkrek? aku duga nggak banyak dari kalian yg kenal dongkrek, sama lah seperti aku juga hehe. tapi satu ekor blogger yg aku tau dia tau dongkrek = anton. alhamdulillah, kemaren kita sempat liat apa itu dongkrek, live.
catetan: seniman2 dongkrek dari madiun mulai perform persis jam 19:00 (+0700), tanggal 10 november 2007, di festival cak durasim. mungkin nggak penting, tapi aku bener2 hormati ketepatan waktu pertunjukan mereka itu. beda dg cerita guangzhou art ensemble dulu, haha... sudahlah.
jadi, apa itu dongkrek? nama dongkrek terinspirasi dari bunyi alat musik yg mengiringinya. bunyi 'dung' berasal dari bedug, dan bunyi 'krek' berasal dari alat musik yg disebut korek. kalo bedugnya ya sama dg bedug2 yg biasa kita liat di masjid (cuman mungkin ukurannya lebih kecil). yg menarik itu korek, korek ini nggak ada padanannya di kesenian lain, cuman ada di dongkrek. sehingga jadi ciri khas seni dongkrek. klik aja gambarnya untuk memperbesar.
peralatan musik dongkrek: bedug, korek, kentongan, kenong, gong besi, gong kempul, kendang. peralatan topeng dongkrek: topeng orang tua, topeng putri, topeng gendruwo/buto, juga topeng masyarakat dan gendongan.
dongkrek adalah kesenian rakyat, yg bisa dimainkan oleh anak2. dongkrek mempunyai filosofi untuk mengusir pegeblug atau wabah penyakit yg mengganggu masyarakat, juga untuk tolak bala, serta mengurangi keburukan.
sejarahnya, dongkrek dulu dipopulerkan tahun 1910 oleh R. Bei Lo Prawirodipura, seorang palang(?) di daerah caruban. dongkrek punya banyak versi: dari madiun selatan, dari takeran, sampai dari ngawi juga ada. semua versi itu untuk kebaikan, kan filosofinya untuk tolak bala, untuk mengurangi keburukan.
tahun 1973, dongkrek digali dan dikembangkan oleh dinas P dan K kabupaten madiun dan dinas P dan K propinsi jawa timur. tahun 1980 diadakan garap tari oleh pak suwondo, kepala seksi kebudayaan kabupaten madiun. tapi semakin lama dongkrek ini semakin tenggelam, jadi nggak terkenal. baru mulai tahun 2002 dongkrek dibawa kelompok seni "condro budoyo" mengikuti festival2 ke luar madiun, termasuk ke festival cak durasim, surabaya. bahkan sampek tampil di istana segala.
bukalah matamu lihat saja tak akan ada beban di hati rasakan bebasnya ekspresikanlah dirimu segalanya kan terjadi bila kita tak menutupi hati dan rasa jadi lepaskanlah tersenyumlah pada dunia
-----
location: pujon, jawa timur models: yuni, nuriel, iis camera: canon digital ixus 800is exposure: 1/160 s aperture: f/3.2 focal length: 8.636 mm iso speed ratings: 200 original time: 07:11:10
selain sangu henfon dan dompet (kosong), saya juga sering ngantongi kamera poket kalo ada kesempatan pelesir kemana-mana tempat (halah bahasane). kadang kalo beruntung dapet gambar menarik di jalanan. tapi sering kali saya cuman bisa liat, tapi nggak berani ngeluarin kamera. pertimbangannya: "boleh nggak ngambil gambar itu?"
ada cerita jamaah haji ditangkep laskar arab dan disita kameranya gara2 motret di dalem masjidil haram. haha kalo ini jelas, pelanggaran. contoh kasus lainnya: fotografer nggak berani ngambil gambar di dalem mall. memang peraturannya agak blur dan kebijakan masing2 pengelola mall bisa beda, tapi biasanya memang ditegur satpam kalo nekat motret :D
di jalanan, saya nggak pernah tertarik motret orang2 homeless. rasanya nggak enak aja mengeksploitasi mereka sbg obyek fotografi. tapi giliran nyoba motret polantas saya malah dipelototi hihihi :D
nggak tau kenapa sejak dulu saya nggak pernah bisa klik sama polantas :p
nah contoh yg menarik ada di matanesia.com: penumpang (personal project). sependek pengamatan saya, foto2 macem gini akan keliatan lebih natural kalo langsung jepret aja. kalo pake permisi basa basi dulu, bisa jadi penumpang itu malah jadi kaku di depan lensa. ato lebih parah, berpose :p
jadi baiknya gimana? apakah fotografer boleh langsung tembak? ato harus minta ijin dulu? ato bisa jepret dulu baru minta ijin kemudian? ato perlu bersosialisasi dulu supaya penumpang bersedia dan merasa nyaman diambil gambarnya?
nah, untuk ini mamuk ismuntoro bersedia share pengetahuan plus beberapa tips buat pemula. yg di bawah ini jawaban dari mamuk ismuntoro. makasih banyak mas mamuk :)
1. Etika mengambil gambar/foto di ruang publik berbeda-beda di tiap kawasan, tempat atau negara. Sebagai gambaran, kita (di Indonesia) bisa dengan nyaman memotret anak-anak di pinggiran kampung atau dimana saja saat mereka bermain. Tapi jgn harap bisa semudah ini di Australia, mereka punya undang-undang yg tegas tentang perlindungan anak, maka memotret mereka lagi bermain sekalipun, tanpa ijin orang tuanya akan membawa kita ke panjara. Dianggap eksploitasi anak he..he..he..gawat kan?
2. Lalu bagaimana di negara kita? Seperti aku bilang td, kita relatif mudah untuk mendekati, meminta ijin dan memotret. Bahkan sebagian masyarakat kita cuek dan senang saja saat diambil gambarnya, dalam jarak dekat sekalipun. Contoh, di Busway -jakarta, aku memotret pakai HP, sangat dekat dengan obyek, gak ada masalah sementara ini he.he.)
3. Lantas etikanya gimana? Sebaiknya, dimanapun kita mau motret, apalagi obyeknya adalah manusia, mintalah ijin dahulu, dekati dengan ramah, buat mereka dalam kondisi nyaman dan tidak asing dg kita (fotografer). 90 persen orang akan dg senang hati menerima kedatangan kita saat diajak bicara dahulu, pahami kondisi mereka, apalagi mereka kita ajak bicara ttg dirinya, pasti suka. Nah, baru kita sampaikan maksud kita.
Namun untuk beberapa kondisi, fotojurnalis (spt saya) boleh saja mengambil gambar langsung (seperti penumpang angkot itu) untuk mendapatkan momen yg natural seperti km bilang. Tapi jgn lupa bicarakan maksud kita usai motret. Ini yg aku lakukan, menyapa beberapa penumpang itu, seperti tanya nama, umur, pekerjaan keluarga, sampai hal remeh-temeh lainnya. Dan ketika mereka tanya buat apa foto?, katakan dg benar apa adanya. Misal untuk sekedar belajar, atau kepentingan pemberitaan yang baik. Jika mereka paham kita lega, namun jika mereka keberatan, jgn coba-coba mempublish secara umum.
Selain tidak menghormati privacy, mereka juga bisa menuntut kita kok.
4. Perkantoran dan mall sering dianggap sebagai ruang publik. Padahal tidak, mereka ibarat pemilik rumah dan halamannya. Apalagi jika disetiap sudut ruang mall ada larangan memotret. Kita tdk boleh seenaknya ambil foto. Meski tidak semua mall dg jelas mengumumkannya. Namun, etika jurnalistik membolehkan kita memotret rumah seseorang, kantor atau mall jika mereka terlibat dalam sebuah kasus yang layak dan berhak untuk diketahui publik. Misal layak dan berhak itu, jika sebuah institusi/orang punya masalah yg dampaknya merugikan banyak orang, katakanlah mall yg punya masalah dengan sistem pengolahan limbah yang mencemari kampung sekitarnya. Kita dibolehkan mengambil gambarnya, atas kepentingan publik.
Tips memotret orang:
1. Permisi, minta ijin (kalau perlu jgn perlihatkan dahulu kamera kita)
2. Ajak bicara apa saja sebelum memotret, bisa jadi akan ada inspirasi banyak saat kita bicara dahulu dengannya.
3. Sampaikan maksud anda saat mau memotret
4. Tunjukkan hasil foto saat itu (jika pake digital), untuk membuat mereka nyaman dan yakin dg kita.
5. Catat kontak mereka, HP, alamat rumah dsb. Suatu saat kita dg mudah akan menemukan mereka jika ada cerita yg relevan dg project foto kita kelak.
6. Sampaikan terima kasih dan memohon maaf jika telah membuat mereka terganggu.
catatan: jika setelah kita ajak bicara mereka menolak difoto, jelaskan kalau ini untuk berita yg baik atau foto yg baik. Jika tetap menolak, hormati mereka, masih banyak obyek foto lain.
bapak nelayan ini peserta festival perahu hias, ekspedisi ujung galuh. dijepret di dermaga monkasel. dapet gambarnya tapi belom sempat kenalan, nggak tau namanya sapa ato gimana aktivitasnya melaut seperti apa.
di monkasel, umumnya nelayan pada ngerubungi panggung pertunjukan. disana ada acara nyanyi2 dan nari2, dan yg lebih seru lagi: bapak walikota ngasih pidato sambutan bagi2 hadiah buat nelayan yg ikut festival. ada yg dapet sepeda kebo, ada yg dapet mesin perahu.
tapi bapak nelayan satu ini nggak tertarik. mending nongkrong aja di dermaga, ngerokok. peduli setan dg pertunjukan dan hadiah2nya, asal ada rokok life is beautiful :) pria punya selera.
guangzhou art ensemble adalah group dari 24 seniman guangdong dan guangzhou. mereka punya misi membina hubungan dan kerjasama dg negara2 sahabat, serta mempromosikan kultur dan seni dari tiongkok selatan. sejak tahun 1994, mereka sudah keliling ke 20 negara. tahun ini mereka mampir ke festival seni surabaya 2007.
'art ensemble' yg ditampilkan guangzhou art ensemble berupa seni suara dan seni tari, hehe tadinya berharap bakal ada pertunjukan seni bela diri juga dari sana, ternyata nggak ada :D
sehebat apa penampilan mereka tadi malem? wah kalo soal rasa, agak sulit ngasih penilaian obyektif. ada orang yg bisa sangat menikmati seni tari, ada juga yg lebih enjoy denger musik, nggak ada yg salah. tapi kalo diukur secara fisika, bisa jadi penyanyi mereka punya range suara sampek 8 oktaf hahaaa... sampek terasa 'pecah' di sound system gedung utama balai pemuda. nggak tau lagi kalo misalnya perform di dalem mitra.
2. pipa solo, oleh miss gu beibei (50 detik). perhatikan, ini lagu indonesia lho. boleh ditebak judulnya.
3. yg terakhir tarian fusion, tapi lupa judulnya. ada tempat di tiongkok yg mayoritas penduduknya beragama islam (lupa juga nama lokasinya hehe). nah tarian tradisional dari daerah itu juga banyak dapet pengaruh islam, (3 menit 44 detik - awas bandwidth).
sayang, indahnya karya seni dari tiongkok ini mesti dikotori birokrasi kompleks a la republik indonesia. memalukan.
di website resmi festival seni surabaya 2007 dan brosur2nya, jadwal pertunjukan mulai 19:00. ternyata gedung utama balai pemuda baru dibuka 20:00. ah sudah biasa... republik indonesiaaa... setelah di dalem, show juga nggak segera dimulai. pidato sambutan dulu dari para pejabat yang terhormat, astaghfirullah!
berikutnya acara tuker2an cinderamata dari 2 negara dulu, basa basi, dsb... kita mestinya malu pd tamu2 terhormat dari tiongkok itu. sepertinya budaya indonesia nggak menghargai waktu.
penonton rela bayar tiket mahal2 karena pingin liat seni dari tiongkok, bukan buat nonton gombal mukiyo yg bla bla bla gitu. kasian banget ada ibu2 yg terpaksa pulang karena balitanya wes terlanjur tidur. padahal dia belom liat pertunjukan seninya sama sekali. hebat, bayar 50 ribu buat nonton pidato! doh! penonton lain yg masih menguatkan diri bertahan di dalem gedung punya alasan = sudah terlanjur keluar duit sih, naseeb :(
baru sekitar 21:00 pentas seninya betulan dimulai. padahal penonton di sebelah saya mukanya sudah ditekuk, ngantuk katanya haha.
mungkin, di 20 negara itu penampilan guangzhou art ensemble dinilai luar biasa. cuman di indonesia aja dibilang 'bagus'. kenapa? karena mental penonton sudah dipukul pidato sambutan dulu sebelum pertunjukan, mood sudah rusak.
festival seni surabaya 2007 punya tema "peradaban baru". peradaban seperti apa yg dibilang 'baru' itu? di festival ini banyak karya seni instalasi yg ditampilkan. dan di mata seniman mungkin mereka keliatan sangat artistik, bercita rasa tinggi. tapi mbuh maksud ...hehe terus terang banyak yg saya nggak ngerti pesan yg mau disampaikan :D
tapi, disana ada satu karya seni instalasi yg saya anggap menarik. langsung ketangkep idenya pd pandangan pertama (yg kemudian dijelaskan lebih lanjut oleh teman saya, perupa).
where is my mom? seni instalasi, karya hedi hariyanto. karya seni ini sebagai kritik pada ibu2 masa kini yg kebanyakan sudah nggak sempat ato males memberi asi pada anaknya. bayi2 jaman sekarang banyak yg minum susu formula.
karya seni ini berwujud patung sapi dg silinder (mungkin maksudnya kaleng susu) di belakangnya. dinding silinder itu penuh dot, dan di dalemnya banyak patung kepala bayi. permukaan silinder dan badan sapi ditutup dg macem2 bekas kaleng susu formula. posisi patung sapi di depan dg kepala bayi di belakang mungkin maksudnya bayi2 itu mengikuti induknya.
sentilan hedi ini menarik, mungkin pd festival tahun depan hedi bisa bikin juga patung baby sitter sbg sekuel where is my mom? ;)
kubangan. dipentaskan oleh lab teater syahid dari jakarta di festival seni surabaya 2007.
Point of view dalam kubangan adalah perihal perkembangan pemikiran manusia yang ditandai dengan revolusi teknologi. Dari situ bermunculan berbagai persoalan yang semakin dekat dan terbuka. Orang-orang dalam kubangan hanya menerima dampak negatif dari semua yang berdatangan. Sedang mereka tak mampu menyerap dan merumuskannya. Artinya, semua produk kebudayaan dengan persoalan yang menyerta tidak mampu membuatnya kreatif dan inovatif.
Dari situ konflik menjadi akut dalam diri setiap individu dan masyarakatnya. Bagaimana masyarakat kubangan (dalam kegagapan dan kepanikan) menyikapi situasi dan kondisi real seperti yang digambarkan di atas. Apabila akal bekerja sendiri tanpa dukungan kesadaran rasa (jiwa) dan kesadaran badan, dan begitu sebaliknya, maka yang terjadi adalah ketiadaan harmoni dalam kehidupan. Pikiran, perasaan, dan badan tak pernah mampu hadir bersamaan untuk menjalani hidup (beribadah) di dunia. Selanjutnya baca aja disini...
thx to dita yg udah ngasih tiket gratis festival seni surabaya 2007 :) nggak cuman tiket gratis lho, tapi dapet posisi strategis pisan! persis di pinggir stage, eh catwalk. jadi lumayan dapet banyak foto2 close up.
saya memang belom banyak ngerti seni teater, tapi secara awam pentas kubangan tadi malem bisa dinilai luar biasa. nggak cuman kualitas akting para seniman yg 'total', tapi juga karena pentas ini digarap secara komplit dg dukungan tata panggung yg nyeleneh, tata suara, dan lighting yg ciamik. hasilnya? pengalaman yg... wah susah njelaskan. baca aja sendiri laporannya di jawa pos online.
sebenernya nggak cuman foto, tadi malem juga dapet sepotong video. kalo ada yg mau berbagi bandwidth mungkin nanti saya share via youtube. tapi nggak janji :D